Tag Archives: spirit 212

Sukseskan 212 Mart, Jamaah Harus Militan!

Sukseskan 212 Mart, Jamaah Harus Militan!

November 15, 2017 Posted by: Sri Sugiarti Category: Berita

Komitmen dan militansi dibuktikan dengan mengalihkan belanja harian ke 212 Mart. Berani?

Ketua Komunitas Koperasi Syariah 212 Tangerang Selatan (Tangsel), Kusmanto mengatakan, ghirah ekonomi umat di komplek perumahaan Puspitek, Tangerang, Banten sangat tinggi dalam upaya membangkitkan ekonomi umat Muslim Indonesia.

Terbukti, kata dia, sebanyak 290 anggota yang bergabung sebagai investor gerai 212 Mart Puspitek. Adapun dana penyertaan bermetode portofolio atau saham. Kepemilikan saham peranggota minimal Rp 500 ribu dan maksimal Rp 20 juta.

212 Mart Puspitek ini berada di bawah payung hukum Koperasi Umat Madani Bersatu (KUMB) yang anggotanya sudah mencapai 750 orang lebih. Gerai 212 Mart Puspitek ini, adalah yang ketiga didirikan oleh KUMB.

“Alhamdulilah 212 Mart Puspitek, gerai ketiga kami sudah diresmikan Sabtu, 11 November 2017. Saat grand opening (GO) omzet meraih Rp 33 juta. Ini murni transaksi tanpa voucher,” kata Ketua Komunitas Koperasi Syariah 212 Tangsel, Kusmanto kepada Koperasi Syariah 212, dihubungi Rabu (15/11).

Bahkan pada hari kedua, jelas dia, omzet tetap stabil di angka Rp 19,5 juta, dan hari ketiga mencapai Rp 7 jutaan. “InshaAllah stabilitas omzet harian akan terus terjaga dengan baik. Adapun tipe gerai ini adalah tipe C,” kata Kusmanto.

Dirinya pun menghimbau agar semua anggota yang gabung dengan KUMB agar tidak sekedar komitmen tapi harus mengalihkan belanja harian secara militan. “Kita ini belum bisa bersaing masih jauh dibandingkan toko tetangga. Maka dihimbau agar jamaah bukan sekedar komitmen, tapi wajib untuk mengalihkan belanja harian secara militan ke gerai 212 Mart yang sudah kita dirikan,” tegas Kusmanto.

Dalam pengembangan, juga memfasilitasi produk-produk Usaha Kecil Menengah (UKM) dipasarkan di 212 Mart Puspitek. Bahkan saat GO saja sudah banyak produk UKM yang dipasarkan. Kedepan pun akan terus bertambah jumlahnya. Namun demikian, kata Kusmanto, khusus untuk produk UKM ini ada tim devisinya yang akan menyeleksi kelayakan kualitas produk tersebut, jadi tidak langsung masuk ke gerai.

Bahkan untuk produk UKM ini juga dibuat aplikasi tersendiri sehingga tidak gabung dengan produk dari Hydro. Hal ini untuk memudahkan pengawasan dan pengembangan dalam upaya pemasaran produk-produk di gerai 212 Mart Puspitek. Selain itu, sistem aplikasi online atau shopping online juga sedang disiapkan.

Sistem shopping online ini untuk memudahkan jamaah memesan produk-produk yang akan dibelikan ketika mereka tidak bisa datang membeli tapi bisa lewat aplikasi tersebut, dan kemudian akan dianter.

Selain itu, tambah Kusmanto, kedepan akan dikembangkan unit usaha lain seperti properti. ”Properti dan deleveri order menjadi satu kesatuan yang harus disiapkan dalam menyukseskan gerai 212 Mart ini,” katanya.

Rencananya, dalam waktu dekat KUMB yang berkantor di Perkantoran Plaza Bintaro Blok B-212 Kelurahan Pondok Betung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan ini akan membuka gerai ke 4 di Komplek Masjid Al Muhajidin Pamulang, dan gerai ke 5 di MRBJ Bintaro Jaya, Sektor IX.

“Sembari terus berbenah dengan berbagai perlengkapan operasional seperti aplikasi shopping online, aplikasi UKM, penambahan unit usaha, dan persiapan laporan anggota tahunan. InshaAllah akan membuka gerai ke 4 dan 5. Mohon doanya,” ungkap Kusmanto.

Kusmanto berharap ke depan KUMB dapat memiliki agen atau distributor untuk memudahkan pemasaran produk-produknya. Sehingga harga-harga produknya bisa lebih murah, dan juga bisa melayani gerai 212 Mart yang lain serta menghidupkan warung dan toko di sekitarnya.

“Cita-cita kami bisa miliki distribusi agen, kalau distribusi center (DC) mah KS 212 Pusat, dan kami akan mendukung. InshaAllah bisa mengalahkan toko tetangga, Itu kita harapkan,” pungkas Kusmanto.

Sumber:

Sukseskan 212 Mart, Jamaah Harus Militan!

Alfamidi di Depan 212 Mart Parung Bingung Tutup

Alfamidi di Depan 212 Mart Parung Bingung Tutup

November 10, 2017 Posted by: Ibrahim Aji Category: Berita

Berdiri berseberangan dengan gerai 212Mart Parung Bingung, Depok, tetiba Alfamidi tutup. Ada apa?

Info tutupnya Alfamidi di seberang gerai 212 Mart beredar di berbagai grup Koperasi Syariah 212. Belum jelas penyebabnya apa. Yang jelas, menurut Hidayati, Ketua Koperasi koperasi syariah Amanah Bersama Ummat (ABU), gerai Alfamidi itu tutup sejak 31 Oktober 2017. Sebelum tutup menurut pengamatannya “Masih ada yang belanja di sana (AlfaMidi—red)”, kata Hidayati S. melalui pesan singkatnya kepada Koperasi Syariah 212.

Koperasi ABU adalah badan hukum yang menaungi gerai 212 Mart Parung Bingung.

Ketika ditanya, apakah mungkin AlfaMidi tersebut tutup karena kehadiran gerai 212 Mart, tepat di seberang jalan? Hidayati menjawab, “Bisa jadi!”.

Lokasi kedua gerai ini adalah di Parung Bingung, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Depok.

Sumber:

Alfamidi di Depan 212 Mart Parung Bingung Tutup

212 Mart Mustika Jaya Terus Berbenah Diri

212 Mart Mustika Jaya Terus Berbenah Diri
September 22, 2017, Posted by: Sri Sugiarti, Category: Berita

Sejak diresmikan pada 10 Juni 2017, 212 Mart Mustika Jaya terus berbenah diri dalam melayani masyarakat. Salah satunya, dengan membuat kartu anggota untuk memonitor jumlah jamaah berbelanja.

212 Mart Mustika Jaya ini terletak di Ruko Zamrud Blok A05 Jalan Raya Dukuh Zamrud, Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Mustika Jaya, Bekasi, Jawa Barat.

“Kami membuat kartu anggota lokal, sebelum ada dari pusat. Kartu ini baru berjalan dua minggu. Nomor anggota dimasukkan ke sistem belanja, sehingga bisa memonitor anggota secara umum bergerak berbelanja,” ujar Arif Indarto, Sekretaris 212 Mart Mustika Jaya kepada Koperasi Syariah 212 dihubungi, Rabu (20/9) malam.

Karena termonitor itu, jelas dia, apabila ada anggota yang belum belanja akan diingatkan untuk belanja di toko milik umat ini, yang dibangun secara berjamaah. Sehingga 212 Mart Mustika Jaya ini berkembang dalam upaya mendorong kebangkitan ekonomi umat Muslim Indonesia.

“212 Mart Mustika Jaya ini dari umat, oleh umat, dan untuk umat. Maka, umat harus berkomitmen untuk belanja di toko milik sendiri. Kami pengurus akan selalu mengingatkan,” ujar Arif.

Gebrakan lainnya yaitu, 212 Mart Mustika Jaya akan menerapkan sistem delivery order. Sistem ini, kata Arif, bertujuan memudahkan jamaah berbelanja produk-produk yang dibutuhkan tanpa harus datang ke toko.

“Kami sedang persiapan sistem delivery order untuk memudahkan anggota belanja. Karena ada beberapa jamaah yang rumahnya jauh dari lokasi 212 Mart ini. Delivery order ini untuk melayani satu Kecamatan dulu,” jelasnya.

Untuk memudahkan anggota, kata Arif, pihaknya akan membuat katalog ragam pilihan produk lengkap dengan harga yang kompotitif.

Katalog ini akan disebar kepada anggota dan warga lainnya.Sehingga mereka bisa memilih dan memesan produk yang dibutuhkan melalui aplikasi Whatsapp (WA), SMS atau telepon langsung ke 212 Mart Mustika Jaya.

“Untuk layanan delivery ini akan ada orang yang khusus menangani. Pengirimannya gratis, sistem kirimnya dua kali sehari yaitu pukul 10.00 WIB dan 17.00 WIB. Ini sistem yang akan kami persiapkan,” ungkap Arif.

Untuk katalog, menurut dia, tidak hanya produk-produk dari Hydro, tapi juga menampilkan pilihan produk Usaha Kecil Menengah (UKM). Ada sekitar 20 produk UKM dari anggota yang dipasarkan di 212 Mart Mustika Jaya. Ke depan jumlah produk ini akan terus bertambah.

“UKM ini mitra 212 Mart Mustika Jaya. Sistem transaksinya tidak sinkronisasi ke pusat. Beda dengan produk dari Hydro yang langsung tersinkronisasi dengan pusat. Tapi untuk pembayaran tetap di satu kasir,” papar Arif.

Diakui Arif, pemasaran produk UKM di toko 212 Mart Mustika Jaya ini belum lama. Namun omzetnya sudah terbilang lumayan. “Alhamdulillah omzet produk UKM capai Rp 5 juta dalam waktu dua minggu ini. Insyaallah akan terus bertambah,” ujarnya.

Adapun, jelas Arif, omzet 212 Mart Mustika Jaya pada awal buka sepanjang bulan Juni 2017 mencapai Rp 108 juta. Namun omzet per Juli menurun, dan melejit lagi pada Agustus 2017 mencapai Rp 189 juta.

“Target omzet Rp 9 juta perhari, tapi saat ini baru Rp 6 juta perhari,” ujarnya.

Harapan kedepan, 212 Mart Mustika Jaya bisa mensuplai barang ke warung-warung tetangga yang ada di lingkungan. Untuk itulah, kata Arif, pihaknya berencana membuat Distribution Center (DC) dengan tujuan untuk memenuhi suplai barang kepada warung-warung.

Pasalnya, kata Arif, untuk pemenuhan barang ke warung-warung saat belum bisa dilakukan dengan hanya mengandalkan dari Hydro. Mengingat pihak Hydro sendiri belum bisa memberikan diskon, sehingga tentunya harus mencari solusi dalam upaya mendorong kebangkitan ekonomi umat.

Salah satu upaya adalah mensuplai barang ke warung-warung tetangga yang ada di sekitar 212 Mart Mustika Jaya.”Rencananya, kami akan membentuk DC produk-produk UKM,” ujarnya.

Setelah membenahi gerai 212 Mart Mustika Jaya dengan baik dari segala sistemnya. Dikatakan Arif, kemudian akan dibuka gerai kedua pada awal 2018 mendatang.

“Insyaallah pada Januari 2018 akan dibuka gerai 212 Mart kedua di Kelurahan Kemuning. Mohon doanya,” pungkas Arif.

.

Sumber:
https://www.koperasisyariah212.co.id/212-mart-mustika-jaya-terus-berbenah-diri/

.

.

212 Mart Cikarang Barat
(Koperasi Amanah Mulia Usaha Sejahtera)
(KAMUS)
Cikarang Barat, Bekasi

Jamaah Retailiah Indonesia

Jamaah Retailiah Indonesia
August 25, 2017 Posted by: Koperasi Syariah 212 Category: Blog

Oleh: Ahmad Juwaini (Direktur Eksekutif Koperasi Syariah 212)

Kaum Muslimin telah diberikan panduan langsung dari Allah SWT Sang Pemilik Alam Semesta ini agar melaksanakan shalat berjamaah dengan tertib dan rapi.

Jika imam telah bergerak melaksanakan takbir, maka semua makmum serentak mengikutinya. Begitupun apabila imam ruku dan sujud, semua jamaah harus ruku dan sujud.

Semua gerakan makmum terbimbing melalui komando dari imam. Semua jamaah melaksanakan gerakan secara serempak, sehingga membentuk harmoni yang indah.

Perilaku shalat berjamaah ini, hendaknya dipraktikkan umat Islam dalam segala bidang kehidupan. Demikian pula dalam bidang ekonomi, umat Islam harus mempraktekkan pola ekonomi berjamaah. Gerakan ekonomi umat harus mencerminkan perilaku berjamaah yang bergerak tertib dan rapi. Umat harus membiasakan diri menjalankan praktek ekonomi yang tertata dalam satu barisan yang serempak.

Salah satu bidang ekonomi yang harus menjadi garapan umat secara berjamaah adalah bidang retail. Berpuluh tahun, umat Islam mengalami keterpurukan dalam bidang retail. Kehidupan retail umat dikuasai oleh tangan-tangan asing dan mereka yang bukan Muslim. Sumber daya belanja umat dalam bidang retail yang begitu besar dikeruk oleh mereka dengan leluasa.

Manakala sebagian umat Islam berusaha membuka toko retail, maka tidak berapa lama kemudian akan dikepung dengan toko mereka yang begitu kuat. Begitu mudah toko umat dikalahkan, karena hampir semua umat pelaku retail bergerak secara sendiri-sendiri.

Umat Islam selaku pembeli, tercerai-berai dalam kepentingan personal. Umat Islam hanya mementingkan logika kepentingannya secara individual. Kalau barangnya tersedia, harganya murah, pelayanan baik, lokasinya dekat, maka langsung dibeli.

Tidak penting lagi melihat apakah penjualnya Muslim atau bukan Muslim. Umat Islam hanya bertindak nafsi-nafsi sesuai dengan dorongan rasional individual semata. Padahal dalam kondisi pabrik-pabrik dikuasai, distributor dikuasai, sistem pasokan dikuasai, maka teramat berat bagi umat Islam untuk langsung head to head mengadu kekuatan faktor obyektif semata.

Di sinilah pentingnya umat untuk kembali merapikan barisan dalam bidang retail. Umat Islam harus segera membentuk jamaah retailiah yang kokoh. Pondasi dasar pembangunan jamaah retailiah ini adalah niat mengabdi kepada Allah SWT untuk mengembalikan kejayaan ekonomi umat.

Dibutuhkan energi pemihakan umat untuk mengutamakan kepentingan sesama umat di atas kepentingan obyektif individual. Energi pemihakan ini setidaknya diperlukan pada fase awal pembangunan jamaah retailiah.

Tentu saja setelah bangunan jamaah retail ini mulai rapi, semua jaringan retail umat juga harus sanggup untuk bertarung dalam keunggulan obyektif sebagai jaringan retail profesional dan sehat.

Energi pemihakan ini harus dipandang sebagai upaya pengorbanan umat dalam rangka mencari keridhoan dari Allah SWT. Umat Islam harus bersama-sama patungan untuk menegakkan outlet-outlet minimarket Muslim. Umat juga harus bersama-sama membangunkan jaringan distributor Muslim. Tentu saja umat Islam pun harus menghadirkan pabrik-pabrik yang menghasilkan berbagai produk yang diperlukan Muslim. Akhirnya tentu saja umat Islam juga harus memiliki pasokan bahan baku untuk memenuhi kebutuhan pabrik dan konsumen Muslim.

Umat Islam harus belajar berkawan dan bekerjasama dengan sesama Muslim. Selama usaha retail itu milik Muslim, maka umat Islam harus mendukung. Bukan hanya saling mendukung, juga bisa saling sinergi dan memperkuat.

Umat Islam harus membuat rantai berjenjang jamaah retailiah. Setiap komponen umat yang terlibat dalam bidang retail akan membentuk barisan yang terhubung dengan rapi. Manakala jaringan jamaah retailiah ini tertata dengan baik, maka setiap bagian umat akan menjadi bagian dari orkestra ekonomi umat yang terpandu dengan baik oleh dirigen umat yang kompeten dan dipercaya.

.

Sumber:
https://www.koperasisyariah212.co.id/jamaah-retailiah-indonesia/

.

.

212 Mart Cikarang Barat
(Koperasi Amanah Mulia Usaha berSama)
(KAMUS)
Cikarang Barat, Bekasi

Indonesia Berjamaah

Indonesia Berjamaah
August 28, 2017 Posted by: Koperasi Syariah 212 Category: Blog

Oleh: Abdussalam (General Manager (GM) Koperasi Syariah 212)

Di sebuah grup yang saya ikuti, ada yang bertanya begini, setelah si penanya sebelumnya memosting berita tentang segala lini produk dalam negeri kita ternyata sudah banyak yang dikuasai oleh Asing atau Aseng. Terakhir, dia bertanya, “Kenapa hal ini bisa terjadi di Negeri kita?? Padahal kita mayoritas Muslim?”

Spontan saya mencoba menjawab.

“Ini bisa saja terjadi kawan, bahkan sangat mungkin terjadi, ketika umat Islam sebagai mayoritas di Negeri ini tidak lagi mengindahkan nilai-nilai imtaq dan budaya berjamaah yang menjadi ciri khas (karakter) bangsa ini sejak dahulu. Kita dulu itu bisa mengalahkan penjajah Belanda, Jepang, tentara sekutu, bukan karena senjata kita hebat, punya pesawat jet tempur siluman, nuklir, dan lain-lain. Tapi karena kita Berjamaah, bersatu.

“Dulu, saya masih ingat, sewaktu saya masih kecil, dan anak-anak seumuran saya, rerata mayoritas orang tuanya, selepas maghrib, kami semua dididik oleh orang tua kami masing-masing untuk senantiasa istiqamah nderes Alquran, belajar tajwid, mengaji ilmu agama secara silih berganti, dengan sistem kuno, yaitu sorogan, kadang tentang fikih (masalah ibadah dan muamalah sehari-hari), tauhid (keesaan tuhan), akidah (keyakinan paham ahlussunnah wal jamaah), nahwu sharraf, dan sebagainya.

Mengaji hingga masuk waktu shalat Isya, kita shalat Isya Berjamaah. Di situ kita ditanamkan oleh orang tua kita, akan nilai-nilai religius yang menjadi karakter diri kita, seperti makna sebuah kejujuran, kebersamaan, ketekunan, sopan santun, amanah, kedisiplinan, etika menghadap kepada Tuhan, dan hubungan sesama, dan sebagainya.

Tapi sekarang, kita menyaksikan, anak-anak kita sehabis maghrib, sudah menongkrong di depan TV sambil menonton sinetron, orangtuanya sibuk bermain HP, atau masih sibuk mengurusi dunia, shalatnya sendiri-sendiri, kadang bolong-bolong. Hingga akhirnya, generasi yang muncul saat ini adalah generasi sinetron; pandai bersandiwara, pandai berbual, dan mudah digoyah karakternya dengan fulus dan dunia, mudah terpedaya dengan tampilan indah di luar namun busuk di dalam.”

“Saya jadi teringat, Kisah Sejarah Islam di waktu Zaman Khalifah Ali Bin Abi Thalib, saat beliau ditanya rakyatnya, “Wahai Imam, kenapa keadaan kaum Muslimin kacau balau, penuh pemberontakan, dan tidak bersatu? Padahal dulu di Zaman Rasulullah Saw aman, sejahtera, semuanya rukun dan bersatu? ” Jawaban beliau sangat sederhana dan ini menjadi cambuk buat kita semua. Beliau menjawab, “Dulu waktu Rasulullah Saw masih hidup dan memimpin kami, rakyat yang dipimpinnya adalah seperti kami. Dan sekarang giliran kami yang memimpin, rakyat yang dipimpinnya seperti kamu! “.

Kualitas generasi dari masa ke masa, terus mengalami kemerosotan. Baik soal akidah, tauhid, fikih, muamalah (ekonomi), siyasah (politik), dan ghiroh bela Islamnya lemah. Generasinya tidak bisa membaca Alquran, apalagi memahami ajarannya dengan baik. Karena mereka lebih suka yang serba instan. Makannya mie instan, belajarnya juga instan, cukup pada Kyai Google, hingga ingin kaya secara instan. Wajar kalo pada akhirnya kekayaannya juga hilang secara instan.

Zaman sekarang, ghiroh kita bersatu (berjamaah) hanya pada sebatas saat shalat. Habis itu, kembali lagi jalan sendiri-sendiri. Bermuamalah sendiri-sendiri, buka toko retail sendiri-sendiri, bisnis properti sendiri-sendiri, semua dilakukan secara individu. Takut berjamaah, karena takut bagiannya berkurang atau sedikit karena dibagi kepada orang banyak.

Para sahabat di zaman dulu, ghiroh berjamaah diaplikasikan bukan hanya pada saat shalat, melainkan di semua aspek, mulai ibadah, muamalah, dan siyasah. Sehingga umat Islam terdahulu bisa mengalahkan Kerajaan Bizantium Romawi dan Persia yang sangat besar karena jemaahnya kuat.

Filosofi berjamaah itu, Imamnya satu, lainnya makmum. Satu komando dari imam, lainnya ikut. Bukan berjamaah, jika Imamnya banyak, atau makmumnya bergerak sendiri-sendiri. Jadi, makna jemaah itu, harus ada yang diangkat menjadi pemimpin, dan lainnya menjadi makmum yang taat pada Imamnya. Jangan jadi pihak ketiga kata Nabi, maka kau akan celaka. Yaitu menjadi Imam yang tidak ditaati makmumnya atau menjadi makmum yang tidak taat kepada imamnya.

Masjid di zaman Nabi tidak hanya dijadikan sebagai pusat kegiatan ibadah un sich, melainkan juga difungsikan untuk bermusyawarah tentang ekonomi ummat, keadaan politik ummat, sosial ummat, dan sebagainya. Ini harus digalakkan kembali. Agar ummat menemukan pencerahan dalam setiap problem kesehariannya. Sehingga masjid memiliki daya pikat seperti magnet yang mampu menarik masyarakatnya untuk berjamaah.

Layaknya pasar, karena memiliki magnet yang kuat, yaitu mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, maka pasar selalu ramai, tanpa harus diumumkan datang, tanpa harus diundang, dan tanpa ada panitia Atau EO yang membuat iklan. Masjid jika sudah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, pasti akan banyak dikunjungi para jamaahnya.

Nah, Sekarang….

Bagaimana kita mau mengalahkan mereka, kalau kita banyak hidup dari hasil mereka. Kita masih menabung membesarkan Bank milik mereka, kita terus mensubsidi dana mereka, kita terus sibuk menjadi pembeli setia produk mereka. Dana-dana kita dengan bangga diletakkan di Bank mereka, dan sebagainya. Jujur saja, silahkan cek ATM yang menghiasi dompet Anda. Lebih dominan Bank milik kita sendiri atau milik asing/aseng? Di sinilah persoalannya!

Ini adalah pekerjaan rumah (PR) kita bersama. Mari Kita mulai dari dalam rumah sendiri. Jangan terlalu ambisi ingin memperbaiki seluruh ummat, perbaiki diri sendiri dulu, keluarga di rumah, perkuat barisan kecil kita di dalam rumah, shalatnya, ngajinya, infaknya, kemudian perbaiki hubungan dengan tetangga sekitar, dan baru merambah ke bagian yang lebih luas. Kadang, banyak orang hebat, bisa memimpin rapat dengan ribuan karyawannya, namun belum tentu hebat ketika memimpin rapat di rumahnya atau di RT/RW nya.

Kadang ada juga yang hebat dengan teori ekonominya di kampus dan di seminar, tapi belum pernah satu pun menerapkan ilmu ekonominya pada kondisi bisnis riil di lapangan. Karena belum tentu mereka yang jago teori risk management, jago teori wirausaha, dia akan berhasil memimpin usaha di lapangan. Karena teori kadang indah di buku teks, dan bertolak dengan realita di lapangan. Semoga kita terus diberikan hidayah dan inayah oleh Allah Swr agar terus Istiqomah di jalan-Nya dan terus menjadi manusia yang anfa’uhum linnas, selalu Berjamaah dan bangun generasi anak-anak kita cinta Alquran dan Nabinya.

Allahu Akbar!!!

#RenunganPribadi

Buat Diri Saya sendiri.

.

Sumber:
https://www.koperasisyariah212.co.id/indonesiaberjamaah/

.

.

212 Mart Cikarang Barat
(Koperasi Amanah Mulia Usaha berSama)
(KAMUS)
Cikarang Barat, Bekasi

Komunitas KS212

Kegiatan, Pengesahan, Pengurus Komunitas Koperasi Syariah 212
August 31, 2017 Posted by: Ibrahim Aji Category: Blog

Ini adalah serial Panduan Komunitas KS 212, kunjungi terus halaman ini untuk membaca seri terbaru Panduan Komunitas KS212. Karena panjanganya, tidak bisa kami tayangkan dalam satu artikel.

Komunitas Koperasi Syariah 212, layaknya komunitas lain, memiliki berbagai kegiatan yang sejalan dengan visi dan misi Koperasi Syariah 212 (KS212), di antara kegiatan tersebut adalah:
1. Melakukan pendaftaran anggota baru KS 212 sesuai prosedur.
2. Memasarkan dan menjual produk-produk KS 212 pusat dengan memenuhi ketentuan dan syarat yang berlaku.
3. Bekerjasama dengan KS 212 pusat menyelenggarakan berbagai jenis training dan pengembangan kompetensi
4. Menyelenggarakan berbagai kegiatan sosialisasi dan pengembangan komunitas.
5. Menggagas bisnis dan pengembangan produk lokal yang dapat dikerjasamakan dengan pusat dan dengan komunitas lainnya.

Tentu saja, Komunitas KS212 harus mendapat pengesahan dari pengurus KS212 untuk mulai dapat melakuka kegiatan-kegiatan tersebut di atas. Pengesahan diperlukan untuk memastikan sebuah Komunitas KS212 telah mengikuti berbagai ketentuan dan panduan dari KS212.
1. Pengesahan Komunitas KS212 dilakukan oleh KS 212 pusat, setelah mempelajari usulan dari calon komunitas yang telah memenuhi persyaratan minimal yang ditetapkan.
2. KS 212 Pusat berhak melakukan permintaan data tambahan dan verifikasi sebelum mengesahkan Komunitas KS 212.
3. Calon Komunitas KS212 yang telah memenuhi syarat akan disahkan oleh KS 212 Pusat dengan menerbitkan Surat Keputusan.

Untuk menjalankan tugas dan fungsinya, Komunitas KS212 harus memiliki pengurus. Berikut ini adalah susunan dan panduannya:
1. Pengurus Komunitas terdiri dari minimal :
– Seorang Ketua
– Seorang Sekretaris
– Seorang Bendahara
– Tiga (3) orang penasehat

2. Pengurus komunitas diusulkan oleh komunitas dan diangkat serta disahkan oleh pengurus KS212 pusat melalui proses verifikasi dan pertimbangan kompetensi.
3. Calon pengurus komunitas yang telah memenuhi persyaratan akan disahkan oleh Pengurus KS 212 dengan menerbitkan Surat Keputusan.
4. Masa Jabatan Pengurus Komunitas adalah tiga (3) tahun dan dapat dipilih kembali untuk periode berikutnya.
5. Masa Jabatan Ketua komunitas secara berturut-turut adalah maksimal dua periode.

Tidak sembarang orang dapat menjadi pengurus Komunitas KS212. Berikut adalah persyaratannya:
1. Berusia antara 21 – 65 Tahun, kecuali penasehat
2. Bukan Pengurus efektif partai politik
3. Bukan Anggota separatis NKRI
4. Bukan Pengikut aliran sesat yang dilarang oleh MUI

Bersambung….

Sumber:
https://www.koperasisyariah212.co.id/kegiatan-pengesahan-pengurus-komunitas-koperasi-syariah-212/

.

.

Panduan Komunitas Koperasi Syariah 212
August 30, 2017 Posted by: Ibrahim Aji Category: Blog

Komunitas Koperasi Syariah 212 (KS 212) adalah sekumpulan orang yang berhimpun pada satu komunitas dalam rangka mengembangkan ekonomi umat berlandaskan Spirit 212.

Lingkup Komunitas dibagi menjadi 2 bagian, yaitu: (1) komunitas berbasis wilayah; dan (2) komunitas berbasis kesamaan organisasi.

Komunitas Berbasis Wilayah. Lingkup Wilayah yang dimaksud dalam komunitas ini adalah wilayah Kota atau Kabupaten. Dalam hal, terdapat lebih dari satu komunitas pada satu Kota atau kabupaten, maka KS 212 Pusat akan menetapkan lingkup wilayah dari setiap komunitas.

Komunitas Berbasis Kesamaan Organisasi. seperti perusahaan, asosiasi, klub dan yang sejenisnya. Organisasi yang dimaksud dalam komunitas ini adalah organisasi yang telah memiliki Badan Hukum resmi dan bukan partai politik.

Misalnya sebuah koperasi ingin menjadi Komunitas, maka harus memiliki badan hukum yang sudah berjalan minimal 6 (enam) bulan.

Syarat Komunitas
Untuk Komunitas Berbasis Wilayah, persyaratannya adalah:
1. Memiliki minimal anggota 100 orang yang berada pada wilayah yang sama.
2. Memiliki minimal 100 anggota yang sudah terdaftar menjadi anggota pada KS 212 (minimal sudah membayar simpanan pokok dan simpanan wajib).
3. Memiliki tempat untuk melaksanakan kegiatan usaha dan pembinaan ekonomi syariah. Tempat tersebut bisa dimiliki, disewa atau pinjam pakai.

Untuk Komunitas Berbasis Kesamaan Organisasi, persyaratannya adalah:
1. Memiliki minimal anggota 100 orang yang merupakan anggota organisasi yang sama, atau karyawan perusahaan yang sama.
2. Memiliki minimal 100 anggota yang sudah terdaftar menjadi anggota pada KS 212. (minimal sudah membayar simpanan pokok dan simpanan wajib).
3. Memiliki tempat untuk melaksanakan kegiatan usaha dan pembinaan ekonomi syariah. Tempat tersebut bisa dimiliki, disewa atau pinjam pakai.

Nah, itu tadi jenis komunitas dan persyaratannya. Anda mungkin bertanya, apa sih gunanya komunitas? Yang jelas, ia menjadi kepanjangan tangan dari KS212. Itu dari sisi KS212. Dari sisi anggota, komunitas membangun silaturahim antaranggota. Dari silaturahim ini berkembanglah kegiatan dan bisnis berjamaah. Adapun sesuai panduan dari Pengurus KS212, komunitas memiliki tugas, yaitu:

1. Menjadi pusat informasi KS 212 di daerah atau organisasinya
2. Menjadi Pusat pendaftaran anggota KS 212 sesuai prosedur yang ditetapkan oleh KS 212
3. Melakukan kajian bisnis syariah
4. Melakukan kegiatan training dan pengembangan kompetensi
5. Menjadi Pusat bisnis komunitas

Bersambung…

Sumber:
https://www.koperasisyariah212.co.id/panduan-komunitas-koperasi-syariah-212/

.

.

212 Mart Cikarang Barat
(Koperasi Amanah Mulia Usaha berSama)
(KAMUS)
Cikarang Barat, Bekasi

KS212 Adalah Berkah Bagi Indonesia

KS212 Adalah Berkah Bagi Indonesia

Direktur Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Arifin Purwakananta menyatakan, tumbuhnya geliat usaha kecil adalah keberkahan bagi ekonomi Indonesia. Apalagi rasio gini mengatakan ekonomi dikuasi oleh sebagian kecil masyarakat Indonesia, dengan angka 3,39 persen.

Itu artinya, kata Arifin, 1 persen orang kaya menguasai 39 kekayaan Indonesia. Maka yang harus kita lakukan adalah membuat jarak itu menjadi lebih kecil. “Artinya, bukan tidak boleh orang kaya menjadi kaya, silahkan saja! Tapi, orang kecil harus berdaya dan naik kesejahteraannya, sehingga jarak itu menjadi lebih kecil,” ujar Arifin kepada Koperasi Syariah 212 ditemui di Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, belum lama ini.

Menurutnya, salah satu cara untuk membuat ekonomi kalangan bawah meningkat adalah dengan menumbuhkan usaha kecil yang nyata. Jadi, mereka tidak saja hanya menjadi pegawai perusahaan-perusahaan besar, juga menjadi pemilik dari usaha-usaha. Dan, itu bisa dibuktikan dengan tumbuhnya usaha-usaha kecil semacam minimarket dan koperasi.

Ditegaskan Arifin, kuncinya adalah usaha dimiliki oleh masyarakat. Jadi, masyarakat bukan hanya menjadi pegawai dari industri-industri besar, tapi masyarakat harus diberi akses untuk memiliki usaha sendiri, sehingga jarak itu menjadi makin mengecil.

“Mana kala kita membiarkan masyarakat kecil hanya menjadi pegawai. Iya, itulah problem kita. Jadi kemajuan kita tidak boleh diukur dari seberapa tinggi mencapai angka ekonomi, tapi seberapa sukses kita men-share kepada usaha kecil,” ungkap Arifin.

Hal itu Arifin berpendapat telah dibuktikan juga dalam pembentukan Koperasi Syariah 212 (KS 212). “Saya kira, Koperasi Syariah 212 adalah model dari berkumpulnya orang-orang yang berniat membantu Usaha Kecil Menengah (UKM). KS 212 ini patut didukung,” ujar Arifin.

Sebagai bentuk dukungan dalam upaya kebangkitan ekonomi umat yang digelorakan KS 212, kata Arifin, Baznas akan melengkapinya dengan usaha-usaha dari dana masyarakat dan perusahaan berupa zakat maupun CSR untuk kebangkitan ekonomi secara nyata.

Dan, tegasnya, tidak boleh hanya bicara, kita harus segera menggelontorkan dana, harus mulai baik yang dipublish maupun yang tidak dipublish. Sebab, kalau kita memperdayakan satu warung itu dengan serius, maka sama dengan memperdayakan 1000 warung.

”Banyaknya minimarket Muslim yang didirikan koperasi, seperti KS 212 adalah berkah bagi ekonomi Indonesia. Karena pemerintah perlu dibantu untuk mengecilkan angka rasio gini, sehingga jarak antara si kaya dan si miskin semakin kecil,” ujar Arifin.

Sebab, lanjut dia, kalau itu dibiarkan akan menjadi ledakan krusial pada tahun-tahun mendatang, tentu sangat membahayakan negara ini. Artinya, kalau kita membantu masyarakat kecil untuk naik kelas taraf ekonominya, itu sudah membantu negeri ini untuk aman dan damai.

“Banyaknya minimarket Muslim, seperti 212 Mart bisa membangkitkan ekonomi umat. Jadi kalau masyarakat itu didorong memiliki usaha sendiri, bisa maju dan sejahtera hidupnya. Tapi kalau masyarakat kecil, maaf disuruh jadi jonggos, dia akan demo, akan bergerak,” tukas Arifin.

Nah, kata Arifin, sebelum kita memikirkan yang ngeri-ngeri, kita harus perdayakan masyarakat menjadi pemilik usaha-usaha. Karena kalau mereka tetap menjadi pegawai, kesenjangan akan tetap membengkak.

Oleh karena itu, Arifin optimis upaya ini akan didukung masyarakat. ”Jadi seandainya KS 212 milik umat itu menjualkan sesuatu, saya yakin itu didukung oleh publik, sehingga bisa mendapatkan market yang baik,” ujarnya.

Namun demikian, kata Arifin, problemnya adalah kita membutuhkan modal yang cukup besar untuk mengembangkan usaha itu. Dan, dana zakat juga investasi dari umat tidak cukup besar.

“Saya berharap masyarakat, tidak berekspektasi terlalu besar pada hari ini, karena problem kita ada tiga yang tidak bisa kita kuasai, yaitu permodalan, produksi, dan market,” tandas Arifin.

Permodalan, kata dia, tidak di umat, begitu juga produksi tidak nerada di tangan umat, dan market juga bukan di umat. Arifin sekali lagi berpesan, lakukan semua upaya untuk membangkitkan ekonomi umat itu mulai dari yang kita yakini, dan bertahap hingga membesar. “Jangan berharap segera besar, karena usaha petani saja sampai hari ini belum memungkinkan untuk cepat besar seperti kita membalikkan telapak tangan,” pungkasnya.

Sumber:
https://www.koperasisyariah212.co.id/koperasi-syariah-212-adalah-berkah-bagi-ekonomi-indonesia/

.

.

212 Mart Cikarang Barat
(Koperasi Amanah Mulia Usaha berSama)
(KAMUS)
Cikarang Barat, Bekasi

Kebangkitan Ekonomi bersama KS212

Kebangkitan Ekonomi Umat bersama KS212
(212Mart adalah produk dari KS212)

Komunitas Koperasi Syariah 212 Depok mengadakan acara sosialisasi Koperasi Syariah 212 dan silaturahmi Halal bi Halal anggota dan calon anggota baru pada Minggu (9/7).

Bertempat di Masjid al Salam, Jalan Salam RW 06 Kelurahan Beji Perumnas Depok Utara, Jawa Barat. Acara ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan Alquran.

Ketua Komunitas KS 212 Depok Rusdy Johan mengatakan, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan penjelasan dan pemahaman terkait KS 212 berikut program-programnya dalam upaya meningkatkan ekonomi umat Muslim Indonesia.

“KS 212 didorong karena kondisi lemahnya ekonomi umat Islam di Indonesia. Fenomena ini menggugah para ahli khususnya ahli ekonomi syariah untuk bangkit dan bergerak melawan ketimpangan ekonomi umat yang kondisinya sangat memprihatinkan belakangan ini,” ungkap Rusdy.

Lebih lanjut Rusdy menjelaskan, pembentukan KS 212 ini berawal dari Aksi Damai 212 untuk membangkitkan ekonomi umat Muslim Indonesia yang selama ini terpinggirkan. Akhirnya pada tanggal 20 Januari 2017 tercetus ide-ide dari para pakar pegiat ekonomi syariah di Indonesia untuk menyepakati kesepakatan bersama mendirikan KS 212 di Sentul Bogor, Jawa Barat.

“Dari pengukuhan ini, umat akan memperoleh izzah (harga diri dan kemuliaan) di Indonesia. Dengan jumlah umat Islam mayoritas di Indonesia adalah potensi pasar yang sangat besar, ditambah daya beli umat yang sangat luar bisa di bidang ekonomi,” ujar Rusdy.

Pada tanggal 5 Maret 2017 sebanyak 29 komunitas perwakilan dari daerah Jabodetabek, Jawa Tengah, Madiun, Surabaya, Sumatera dan Kalimantan turut ikut serta mengukuhkan diri sebagai anggota KS 212 yang menjadi bagian untuk membangkitkan ekonomi syariah umat Islam di Indonesia.

“Target Koperasi Syariah 212 Pusat dapat masuk menjadi 5 koperasi terbesar di Indonesia, dengan target aset sebesar Rp 212 triliun.Semua anggota komunitas KS 212 harus mendukung wujudkan target itu,” ujar Rusdy.

Diungkapkan Rusdy lagi, wujudkan target tersebut kalau dalam istilah properti “kita beli Indonesia” dan target besarnya kita ingin mengelola, memberdayakan dan mengendalikan semua bisnis di Indonesia. “Ibarat sebuah bisnis, kita akan punya pabrik yang produksi, distribusi dan alokasi, serta miliki pasarnya sendiri,” tukasnya.

Dikatakan Rusdy, di eropa, pengembangan koperasi itu berhasil.Sehingga berpatokan pada keberhasilan itulah maka semangat juang para mujahidin pun dituangkan dalam pendirian KS 212.Tujuannya yakni untuk membangkitkan ekonomi umat Muslim Indonesia.

Terlebih ditambahkan Rusdy, Koperasi Primer Syariah 212 ini didirikan untuk menopang seluruh kebutuhan umat dan memberdayakan semua potensi umat Islam yang ada di Indonesia. Kegiatannya meliputi pengumpulan dan pengelolaan dana, seperti lembaga keuangan yang menampung simpanan pokok dan simpanan wajib. Juga akan mengembangkan bisnis seperti properti, waralaba, mini market, investasi seperti Reksa Dana.

Koperasi Syariah 212 ini juga memiliki gagasan-gagasan cemerlang. Apakah itu di bidang produk pangan atau properti ada upaya kongkrit yang bisa menghasilkan penguatan terhadap koperasi-koperasi yang bergabung dalam Koperasi Syariah 212.

Dalam rangka turut serta membangun kemandirian bangsa untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi umat Islam. Rusdy berpesan agar umat terus berjuang dengan gerakan berjamaah. Karena dengan penguatan gerakan ekonomi berjamaah, Rusdy optimis kebangkitan ekonomi umat Muslim Indonesia akan terwujud.
“Koperasi Syariah 212 ini dari umat, oleh umat, dan untuk umat. Kuncinya kita harus menjaga hati yang amanah,” ujarnya.

Turut memberikan materi tentang ekonomi syariah, DR. Ahmad Firdaus Msi dari STEI Tazkia. Menurutnya, melalui ekonomi syariah, khususnya Koperasi Syariah 212, diharapkan akan menggelinding upaya mewujudkan hijrah dari ketergantungan kepada kemandirian.

“Dari kesenjangan kepada pemerataan, dari orientasi import ke eksport, dari brand asing ke merk nasional, dari riba kepada halalan toyiban, dan akhirnya dari korupsi kepada kejujuran dan amanah,” pungkas Firdaus.

Sumber:
https://www.koperasisyariah212.co.id/koperasi-syariah-212-menopang-kebutuhan-umat/

.

.

212 Mart Cikarang Barat
(Koperasi Amanah Mulia Usaha berSama)
(KAMUS)
Cikarang Barat, Bekasi

Pesan Spirit 212 dari Dr. M. Syafii Antonio

Pesan Spirit 212 dari Dr. M. Syafii Antonio

Sebagai gerakan, keberadaan Koperasi Syariah 212 terus dikomunikasikan ke berbagai pihak. Ketua Umum Koperasi Syariah 212, Dr. Muhammad Syafii Antonio mengisahkan pihaknya telah secara aktif mengomunikasikan keberadaan Koperasi Syariah 212 ke beberapa pejabat dan tokoh nasional, bahkan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

“Dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) alhamdulillah baik penerimaannyaya. Dengan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH Maruf Amin, apalagi. Saya juga sudah melakukan pertemuan beberapa kali dengan Kepala Bappenas, Prof. Dr. Bambang Brodjonegoro. Kebetulan dengan Bapak Presiden, jauh sebelum pertemuan Presiden dengan Ustad Bachtiar Nasir, dalam kapasitas sebagai salah satu anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN), saya menyampaikan (kepada Presiden—red), di Indonesia belum banyak lembaga keuangan mikro yang berbasis syariah yang mendapat perhatian dari pemerintah. Subhanallah ini ada gerakan yang besar, yang bergerak secara kondusif, tidak mengharapkan apa-apa, insyallah untuk menghindar dari riba dan mengharapakan untuk terjadinya konsolidasi di antara ummat. Seharusnya (gerakan—red) ini bukan dianggap ‘yang ada di seberang jalan’. Ini adalah mitra karena kita pro NKRI, kita ini inginnya ada dalam hukum Indonesia, menjalankan sesuai rule of law. Nah alhamduilah komunikasi itu berjalan”, kata Syafii kepada para pimpinan Komunitas Koperasi Syariah 212 pada acara silaturahim dan sosialisasi program baru Koperasi Syariah 212 di Sentul, Sabtu (8/7).

Namun, bukan berarti semua orang mendukung Koperasi Syariah 212. “Jika ada yang di seberang sana, sudah terlanjut tidak menyukai kita, biakan saja, anjing menggonggong kafilah berlalu. Justeru tantangan untuk kita adalah bagaimana kita bisa bersatu”, kata Syafii lagi.

Memang menjadi tantangan besar bagi penggiat gerakan pemberdayaan ummat ini, untuk bagaimana bisa menyatukan aneka kepentingan menjadi kohesif. Dalam praktiknya di Koperasi Syariah 212 juga tidak mudah, Syafii mengakui, baik itu di komunitas, pengurus, pengawas dan penasehat. Alhamdulilah, katanya, dengan itikad bersama, “Pengawas, pengurus, dan penasehat sudah oke dan sudah solid. Memang ada perbedaan pendapat namun hanya di wilayah strategi pelaksanaan”, kata Syafii menegaskan. Sekarang tantangannya adalah bagaimana membangun kohesifitas di antara komunitas.

Sulit dipungkiri, memang ada beda pendapat, sesekali di antara satu dua komunitas, antara lain terkait pendirian 212Mart baru-baru ini. Namun bagusnya sudah bisa diselesaikan dengan bantuan mediasi dari Direktur Eksekutif Koperasi Syariah 212, Ahmad Juwaini.

Oleh karena itu, menurut Syafii, dalam membangun keberjamaahan ummat ini, dalam menciptakan kohesifitas komunitas, ada baiknya ummat memerhatikan prinsip yang pernah dikemukakan oleh salah satu ulama terkemuka yang kurang lebih artinya begini: “Kita bekerjsama dalam apa yang kita sepakat dan kita berlapang dada dalam apa yang kita beda. Insyallah dengan prinsip ini kita bisa terus berjalan kompak bersama”, kata Syafii menegaskan.

Sumber:
https://www.koperasisyariah212.co.id/koperasi-syariah-212-sudah-dikomunikasikan-ke-presiden/

.

.

212 Mart Cikarang Barat
(Koperasi Amanah Mulia Usaha berSama)
(KAMUS)
Cikarang Barat, Bekasi

Spirit 212

Spirit 212
212Mart Jihad Ekonomi
.
” *Dampak Pergerakan 212 Terhadap Perkembangan Ekonomi Umat Muslim* ”

By : Eka Rusmiyanti

Sejak munculnya gerakan umat muslim pada aksi 411, 212, dst tidak dipungkiri bahwa sejak saat itu umat muslim seolah2 ‘tersentak’ dan ‘bangun dari tidur panjangnya’.

Umat muslim semestinya bersyukur dan berterima kasih dgn adanya masalah tentang Surat Al Maidah yg terjadi beberapa waktu yg lalu menimbulkan reaksi yang luar biasa. Sungguh diluar dugaan kita sebelumnya.

Hal ini betul2 menjadi momentum dan berdampak sangat positif serta diperoleh hikmah yg luar biasa. Mungkin sulit untuk terulang lagi momentum yg persis sama seperti kejadian saat ini. Bukan kita sengaja, tapi merupakan Takdir dari Allah untuk umat muslim di Indonesia. Bersyukurlah, Indonesia menjadi tempat untuk mengukir sejarah ini.

Dampak yang sangat terasa sekali adalah umat muslim jadi peka terhadap konsep beragama yang baik dan benar, hal ini dibuktikan dengan banyaknya muncul postingan2 di medsos yang berkenaan dengan agama, ramainya situs yang berbasis Islami dikunjungi oleh pengguna medsos, seolah2 mereka haus akan informasi yg berbau Islami dan terus ingin belajar dan belajar.

Secara sadar ataupun tidak mempengaruhi cara pandang beragama, dan menambah wawasan dalam beragama yg selama ini agak jarang dimunculkan dan mungkin kurang peduli.
Dengan kata lain umat muslim “mendadak sadar beragama” , dan menurut saya hal ini sangat positif sekali.

Hal lain yg bisa dilihat adalah adanya banyak perubahan dalam menekuni, mendalami, dan menerapkan dalam kehidupan sehari2.
Terasa sekali bahwa kesadaran itu muncul dan semakin hari semakin kuat dan menular kepada umat muslim yg lain. Dan ini sungguh luar biasa.

Dan yg paling bagus lagi adalah umat jadi bersatu dan bangkit bersama dalam upaya meningkatkan perekonomian. Siapa menyangka, bahwa geliat ekonomi yg berbasis jamaah bisa sehebat ini perkembangannya.
Tidak pernah diduga bahwa umat Islam ternyata sungguh kaya dan bisa bergerak dengan begitu cepat untuk membuat bisnis2 baru yg jika sebelumnya mungkin terbayangkan saja tidak oleh mereka.
Tapi ajaibnya, ternyata BISA…!!! SUBHANALLAH..!!!

Itu bukti bahwa jangan remehkan kekuatan muslim, jangan anggap enteng jamaah mesjid, dan jangan pandang sebelah mata umat yg mempunyai pemahaman yg baik tentang agamanya.

Kita bisa liat, belum genap 1 tahun bahkan bisa dibilang baru sekitar 6 bulan dan efektif 3-4 bulan saja sudah banyak sekali muncul pergerakan2 perekonomian umat.
Muncul puluhan bahkan ratusan minimarket yg berbasis jamaah mesjid dan komunitas dengan berbagai lembaga dakwah, koperasi, perusahaan, dsb yg dengan beragam nama telah terpampang nyata dimata kita saat ini.

Untuk mendirikan sebuah minimarket dengan Type C yg modal awal sekitar 350-500 juta dibentuk dan diresmikan dalam waktu singkat saja, bahkan ada yg hanya butuh waktu seminggu saja.
Luar Biasa..!!!
Dan hebatnya lagi, mereka “rebutan” mau investasi dimana2..
Subhanallah..!!!

Baru sadar ternyata umat muslim itu sangatlah kaya.

Bayangkan..
Apakah ini terpikirkan oleh kita sebelumnya..???
Tentu tidak sama sekali. Karena kita tidak menyangka kondisinya akan seperti ini.

Kita ambil sisi positif dengan munculnya berbagai minimarket Islami yg berkembang saat ini, kita sebut saja seperti yg sedang booming adalah 212 mart, Kitamart, Sadaqo Mart, dan masih banyak yg lainnya.

Selain itu juga sudah mulai muncul banyaknya produk2 UKM yang menggunakan nama2 Islami dan mereka sangat bangga dalam memberikan label tersebut, dan banyak lagi bisnis2 yg bersifat Islami.
Seolah2 saat ini umat ingin mengatakan bahwa

“Aku Bangga Menjadi Muslim” ,
“Aku Bangga menjual produk2 Islami” ,
“Aku Bangga berniaga dengan cara yang Islami” ,
“Aku Bangga berbelanja di tempat saudara muslimku” , dan
“Aku ingin perekonomian umat muslim maju”

Itu lho sebenarnya yg ingin mereka katakan..

“Bangga _gak sih_???”
“Ya pasti bangga _dong_…”

Jangan kita memandang bahwa dengan banyaknya muncul Minimarket2 Islami dan produk2 Islami ini adalah sebuah persaingan antar sesama muslim, tapi justru tanggapi hal ini sebagai sebuah reaksi dan aksi yg sangat positif, dan bermanfaat.

Kita boleh membuat dengan berbagai nama yg Islami dengan wadah organisasi yg bermacam2, tapi hal yg terpenting adalah bahwa Kita harus pertahankan prinsip Persatuan dan Kesatuan Umat khususnya Umat Muslim, kita bersaing secara damai dan sehat, saling bersinergi karena kita adalah bersaudara.

Jangan anggap ini sebagai sebuah persaingan, tetapi anggaplah ini sebagai mitra yg saling suport dan kita berjalan berdampingan secara damai.
Hal ini tentu akan membuat umat muslim menjadi lebih kuat dan elegan karena ternyata walaupun kita berbeda2 dan beragam namun kita tetap bersatu dan damai.

Satu hal yg perlu diingat dan disadari adalah bahwa kita harus menyadari tentang bagaimana niat awal kita bersatu dan melakukan pergerakan ini. Jangan sampai hal ini membuat kita terlena sehingga melupakan bahwa sesungguhnya adalah tujuan kita demi melakukan “jihad ekonomi” dan agar kita bisa mandiri dalam mencukupi kebutuhan sehari2 dengan tidak bergantung pada pihak lain. Hal ini perlu selalu ditanamkan dalam diri kita karena apabila niat awal sampai terlupakan maka jangan mimpi umat akan mandiri secara ekonomi.

Ingat, bahwa pergerakan yg kita lakukan ini barulah seujung kuku dan ibarat buih dilautan. Pencapaian yg kita lihat sampai hari ini belumlah apa-apa.

Kita baru saja memulai, dan perjuangan kita masih amat panjang. Target kita masih jauh dan masih banyak rintangan dan hambatan yg akan kita hadapi dikemudian hari.

Kita boleh senang, tapi jangan merasa puas dulu apalagi berbangga hati dengan pencapaian yg kita raih saat ini. Perlu terus saling mengingatkan dan bahu membahu untuk menjalin kerjasama.

Para pejuang2 ekonomi yg bergerak dengan niat yg tulus dan tiada lagi berhitung dengan apa yg telah mereka keluarkan merupakan pioner yg perlu diapresiasi. Mereka2 inilah sebetulnya yg bisa kita sebut sebagai pahlawan ekonomi. Mereka bekerja siang dan malam tanpa pamrih dan tidak digaji. Hal ini membuat kita bingung..
Apa yg engkau cari wahai saudaraku..???

Mungkin jawaban mereka akan membuat kita meneteskan air mata dan merinding..

Mereka tidak butuh pujian, mereka tidak mengharap imbalan, tapi apa yg mereka lakukan adalah demi memperjuangkan perekonomian umat, mereka tidak rela umat muslim tertinggal dari sisi ekonomi, dan yang utama baginya hanyalah mencari ridho dari Sang Maha Penguasa Alam Semesta yaitu Allah Swt. Mereka pantas mendapatkan pahala terbaik..Subhanallah..!!!
“Kami tidak rela dan tidak mau lagi bergantung kepada pihak asing, KITA HARUS BANGKIT…!!!!” ucapan ini yg biasanya keluar dr mulut mereka.
Ya Allah, sungguh ini tidak akan terjadi apabila bukan karena Engkau yg menggerakkan hati mereka..

Sungguh ini adalah dampak yg sangat nyata dari aksi yg diprakarsai oleh para ulama. Dan sudah sepatutnya kita berterima kasih kepada ulama yg mempelopori aksi2 yg ada saat ini.
Kita kembali bersatu, bangkit, dan maju.
Insya Allah…!!!

Semoga tulisan ringan dan sederhana saya ini dapat bermanfaat bagi semua mujahid dan mujahidah yg sampai detik ini masih berjuang.
Semoga menambah semangat lagi..lagi..dan lagi..

Semoga Allah membalas setiap tetes keringat dan setiap langkah yg pernah dijajaki, mengajak umat bersatu dan membakar semangat mereka.

Sungguh Allah Swt tidak akan menutup mata atas semua yg telah kalian lakukan. Insya Allah akan mendapatkan kebaikan dunia akherat..Percayalah..!!!

Selamat berjuang wahai sahabat..
Mari kita tetap bersatu dan rapatkan barisan..

Allahu Akbar…!!!!

Penulis adakah Ketua Koordinasi Pelaksana Harian Komunitas Koperasi Syariah 212 Pusat

#dikampunghalaman
#Ahad, 02 Juli 2017
#21.00wib
#tulisan ini saya dedikasikan kepada para mujahid/mujahidah yg berjuang khususnya dalam jihad ekonomi umat
#bangkit
#konsisten
#majubersamaumat

Sumber:
https://koperasisyariah212.co.id/dampak-pergerakan-212-terhadap-perkembangan-ekonomi-umat-muslim/

.

.

212 Mart Cikarang Barat
(Koperasi Amanah Mulia Usaha berSama)
(KAMUS)
Cikarang Barat, Bekasi