Category Archives: Spirit

Empat Gerai 212 Mart Akan Diresmikan

Insya Allah, Empat Gerai 212 Mart Akan Diresmikan Segera!
July 24, 2017 Posted by: Sri Sugiarti Category: Berita

Direktur Eksekutif Koperasi Syariah (KS) 212 Ahmad Juwaini menjelaskan, saat ini ada tujuh gerai 212 Mart yang tersebar yaitu di Yasmin Bogor, Cibinong, Tazkia, Pekayon Bekasi, Cirebon, Semplak Bogor, dan Mustika Jaya Bekasi. Pada Juli 2017 ini, insyaa Allah akan ada empat gerai lagi yang dibuka di antaranya Bojong Kulor, Lubang Buaya, Parung Bingung Depok, dan Nanggewer Bogor.

“Insya Allah, Juli 2017 ini akan diresmikan empat toko 212 Mart. KS 212 menargetkan 50 toko 212 Mart di 2017 ini,” ujar Ahmad, usai silaturahmi halal bi halal dan paparan perkembangan KS 212 di Masjid Andalusia, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/7).

Dikatakan Ahmad, 212 Mart di Medan, Lombok, dan Magelang sebenarnya sudah beroperasi, namun belum dibuka langsung oleh Ketua KS 212 Syafii Antonio. KS 212 akan melakukan konsolidasi dan tetap harus mendampingi toko tersebut.

“212 Mart di Medan, Lombok, dan Magelang itu baru soft launching, dan komunitas di sana inginnya yang buka itu pimpinan KS 212 Pusat, Pak Syafi’i Antonio,” ujar Ahmad.

Pengajuan komunitas KS 212 dari berbagai daerah untuk membuka 212 Mart sudah mengantri. Memang, kata Ahmad, pihaknya menargetkan setidaknya 10 gerai dibuka dalam satu bulan. Misal, pada Agustus 2017 KS 212 ini saja, begitu juga bulan-bulan berikutnya. Namun demikian, kata Ahmad, hal ini berkaitan dengan kesiapan mitra.
“KS 212 akan memeriksa yang benar-benar siap. Kami ingin setidaknya lima mart yang bisa direalisasi tiap bulan. Tapi kalau sebulan itu terkejar 10 gerai 212 Mart harus dilakukan. Karena yang mengantri itu ada sekitar 20-an, dan kesiapannya sudah 90 persen. Karena saat ini komunitas mau mengelola lebih dari satu gerai,”ujar Ahmad.

Contohnya, kata Ahmad, di komunitas KS 212 Tangerang Selatan (Tangsel, tanggal 5 Agustus 2017 akan dibuka 212 Mart, tapi sudah ada dua antrian lagi. Jadi ada 3 toko 212 Mart yang akan dibuka di Tangsel. Cuma yang satu minta dibuka di bulan September, dan satunya lagi di bulan November. “Jadi sebulan satu mendirikan 212 Mart, Agustus, September, dan November. Ini yang komunitas Tangsel saja,” kata Ahmad menjelaskan.

Selain itu, komunitas KS 212 Depok Parung Binggung, jelas Ahmad, sebenarnya rencananya dua gerai 212 Mart yang akan dibuka.Yang satunya sudah siap, tapi tentu bertahap.

Lebih lanjut Ahmad mengungkapkan, semula, KS 212 hendak memakai dana simpanan koperasi untuk membangun 212 Mart. Tapi setelah melihat antusiasme yang besar dari komunitas, simpanan yang dialokasikan untuk usaha ritel akan difokuskan ke pembentukan pusat distribusi.

Saat mendaftar, anggota bisa memilih opsi pengelolaan dana yakni di ritel yang akan difokuskan membangun pusat distribusi, ke sektor keuangan melalui reksa dana syariah, atau ke properti yang saat ini untuk pembangunan Grand Zamzam Tower. Porsi masing-masing sekitar sepertiga.

Di akhir 2017, KS 212 menargetkan ada 50 unit 212 Mart dengan target pendapatan Rp 1,250 miliar. Secara umum, di akhir 2017 KS 212 menargetkan sejumlah hal yakni jumlah anggota bisa mencapai 70 ribu, komunitas 200 komunitas, simpanan minimal Rp 35 miliar, jumlah toko 212 Mart 50 unit, dan margin sisa hasil usaha minimal delapan persen.

“Kami tidak bisa mencapai itu sendiri. Maka kita berusaha bersama,” pungkas Ahmad.

Sumber:
https://www.koperasisyariah212.co.id/insyallah-empat-gerai-212-mart-akan-diresmikan-segera/

.

.

212 Mart Cikarang Barat
(Koperasi Amanah Mulia Usaha berSama)
(KAMUS)
Cikarang Barat, Bekasi

212 Jangan Sampai Tinggal Sejarah

212 Jangan Sampai Tinggal Sejarah
July 24, 2017 Posted by: Ibrahim Aji Category: Berita

“Saya ingin mengingatkan kembali bahwa peristiwa 212 adalah peristiwa yang besar yang belum tentu terjadi dalam 10-20 tahun mendatang. Tujuh juta orang demo damai, terbesar dalam sejarah Republik Indonesia (RI). Shalat Jumat terbanyak dalam sejarah Indonesia. Ini peristiwa besar. Jangan biarkan ini menjadi sekadar foto , video, novel atau kenangan sejarah”, kata Anggota Pengawas Koperasi Syariah 212, Valentino Dinsi pada Halal bi Halal dan Launching Koperasi Syariah 212 Mobile, di Sentul, Sabtu (22/7).

Setelah 212, umat Islam, bertransformasi menjadi barisan. Dibuktikan, kekompakan untuk tidak memilih pemimpin Non Muslim pada Pilkada DKI Jakarta lalu, dan menang. “Ternyata atas izin Allah, menang, insyallah akan diikuti dengan daerah-daerah lain. Ini momentum, di politik kita sudah melihat jalurnya, tapi jangan berhenti sampai politik, di ekonomi, budaya, dan sosial juga harus. Sekali lagi, ini adalah momentum!” kata Dinsi.

Sebagaimana telah dinyatakan oleh para pimpinan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) saat peluncuran Koperasi Syariah 212 di Januari lalu, semangat perjuangan aksi 212 dilanjutkan dengan revolusi di bidang ekonomi dan sumber daya insani. “Mudah-mudahan Koperasi Syariah 212 akan menjadi lokomotif yang mengawal kebangkitan ekonomi Indonesia. Oleh Karena itu dibutuhkan para mujahid dan mujahidah di bidang ekonomi. Jika Anda siap menjadi menjadi mujahid dan mujahidah ekonomi, mari, tapi jaga keikhlasan, jaga niat”, kata Dinsi menegaskan.

Umat Muslim Baru Jadi Konsumen.

Sementara, Ketua Umum Koperasi Syariah 212, Dr. Muhammad Syafii Antonio, MEc menekankan, pentingnya umat meresapi makna bulan syawal dalam mengembangkan Koperasi Syariah 212 maupun diri pribadi. Bulan Syawal mestinya, ibadah kita meningkat, ketakwaan bertambah karena telah digembleng pada bulan sebelumnya, Ramadhan. “Syawal transformasi menjadi lebih baik, setelah gemblengan di Ramadhan”, kata Syafii di kesempatan yang sama.

Namun ketika dikaitkan dengan kondisi umat Islam, khususnya di Indonesia, terjadi paradoks. Ramadhan adalah pesta kaum Muslim secara spiritual, tetapi yang mendapat keberkahan adalah orang lain. “Ramadhan adalah pesta spiritual kita tapi yang mendapat kebarokahan orang lain”, kata Syafii. Kebarokahan dalam arti finansial. Sebagaimana diketahui, umat Muslim Indonesia, meskipun mayoritas, tidak memiliki kedaulatan ekonomi. Produksi dan distribusi dikuasai oleh umat Non Muslim dan itu pun sangat minoritas. Umat Muslim, hanya sebagai konsumen.

“Tidak ada suatu merk gadget pun yang tahan berbisnis, jika tidak dibeli oleh umat Islam,” kata Syafii. Bahkan, ia mengatakan, sebentar lagi akan ada korporasi besar asing yang akan makin menancapkan kakinya di Indonesia, Charoen Pokphand, salah satu produsen makanan dari bahan ayam terbesar di dunia. “Dalam waktu dekat, Charoen Pokphand akan membuka gerai 10 ribu gerai di Indonesia, untuk berjualan frozen food”, kata Syafii yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) ini.

Nah, itulah, sudah saatnya umat Islam untuk bangkit baik di aspek ekonomi maupun di aspek lainnya, sesuai semangat bulan syawal. “Jadi bagaimana kita menjadi insan yang sehat, pun secara intelektual kita harus maju. Misalnya jika saat ini bisanya tajwid, tingkatkan menjadi tahsin, lalu tarjamah, dan tahfidz. Jadi, progressing, updating, dan upgrading, itulah sebenarnya makna syawal”, kata Syafii.

Sumber:
https://www.koperasisyariah212.co.id/212-jangan-sampai-tinggal-sejarah/

.

.

212 Mart Cikarang Barat
(Koperasi Amanah Mulia Usaha berSama)
(KAMUS)
Cikarang Barat, Bekasi

Koperasi Syariah 212 Hakekat Ekonomi Kerakyatan

Koperasi Syariah 212 Hakekat Ekonomi Kerakyatan
July 19, 2017 Posted by: Sri Sugiarti Category: Berita

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asronum Ni’am Shaleh menyatakan, Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia, harusnya memiliki peran lebih dalam menggerakkan arah roda perekonomian dan sosial.

“Akan tetapi faktanya kan tidak seperti itu. Ada fakta lain, sekian persen entitas masyarakat Indonesia menguasai lebih dari 80 persen aset kekayaan negara,” ujar Ni’am kepada Koperasi Syariah 212 ditemui usai Rapim MUI Pusat di Jakarta, Selasa (18/7).

Sehingga, kata Ni’am, penting untuk redistribusi aset guna kepentingan kebijakan yang bersifat pemerataan dan berkeadilan. “Artinya, berkeadilan itu secara proporsional distribusi aset itu juga kepada masyarakat secara proposional memiliki tanggungjawab,” ungkap Ni’am.

Nah, terkait dengan gerakan ekonomi umat yang bergulir dari Aksi 212, yakni dengan dibentuknya Koperasi Syariah 212 (KS 212), Ni’ am menyatakan mendukungnya.

Menurut Ni’am, KS 212 itu, salah satu ihktiar dari masyarakat yang berupaya meningkatkan ekonomi melalui jejaring atau pendekatan kekeluargaan.

“Itulah hakekat ekonomi kerakyatan pada basis masyarakat sektor riil yang bertumpu pada azas kekeluargaan. Saya mendukung KS 212, sebagai gerakan ekonomi kerakyatan,” ujar Ni’am.

Karena ungkap Ni’am lagi, ihktiar pengembangan koperasi itu harus didukung secara keseluruhan, termasuk juga koperasi yang diinisiasi oleh masyarakat atau umat. Contohnya, KS 212 ini.

Dukungan lainnya pun untuk koperasi berdasarkan gender, misalnya ibu-ibu. Koperasi pedagang sepatu, koperasi usaha tani, koperasi penjualan ritel, dan sejenisnya.

Koperasi itu termasuk KS 212, menurut Ni’am, bisa mendorong keadilan yang bersifat distributif, tetapi tetap di dalam konteks basis kekeluargaan, spirit Pancasila, dan Undang-Undang Dasar 45.

Sumber:
https://www.koperasisyariah212.co.id/koperasi-syariah-212-hakekat-ekonomi-kerakyatan/

.

.

212 Mart Cikarang Barat
(Koperasi Amanah Mulia Usaha berSama)
(KAMUS)
Cikarang Barat, Bekasi

Membangun Ekonomi bersama KS212

Membangun Ekonomi bersama KS212 dan 212 Mart

Sudah bukan rahasia lagi, sebagian besar perekonomian Indonesia dipegang oleh sekelompok kecil masyarakat Indonesia.
Mayoritas ekonomi dikuasai oleh minoritas masyarakat.
Sehingga riskan terhadap ketimpangan sosial.
Sehingga riskan terhadap kecemburuan sosial.
Sehingga Pancasila tidak mampu berdiri tegak di bumi pertiwi.
Terutama pada sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Sila kelima tidak bisa tegak selama yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Itulah dampak dari kapitalis liberal.

Sila kelima mengajak kepada pemerataan ekonomi.
Pemerataan ekonomi bisa diraih melalui ekonomi berjamaah.
Prinsip koperasi adalah prinsip ekonomi berjamaah.
KS212 adalah milik jamaah, Jamaah umat Islam Indonesia.

Kurang yakin KS212 mampu mewujudkan kebangkitan ekonomi umat ?

Berikut adalah jenjang distribusi barang belanjaan Anda:
Supermarket dipasok oleh Distribution Center dipasok oleh Produsen.
Minimarket dipasok oleh Distribution Center dipasok oleh Produsen.
Warung tetangga dipasok oleh Agen dipasok oleh Distributor dipasok oleh Produsen.

Dimana Anda berbelanja ?

Jika Anda berbelanja di Supermarket, bagian manakah sebagian uang yang Anda belanjakan itu kembali kepada Anda, atau kembali kepada umat ?
Supermarket ? DC ? Atau Produsen ? Tidak sepersen pun kembali bukan ?

Jika Anda berbelanja di Minimarket, bagian manakah sebagian uang yang Anda belanjakan itu kembali kepada Anda, atau kembali kepada umat ?
Minimarket ? DC ? Atau Produsen ? Mungkin kurang dari 5 persen yang kembali ke umat, yaitu jika pemilik Minimarket adalah seorang muslim.

Jika Anda berbelanja di Warung Tetangga, bagian manakah sebagian uang yang Anda belanjakan itu kembali kepada Anda, atau kembali kepada umat ?
Warung ? Agen ? Distributor ? Atau Produsen ? Mungkin sekitar 5 persen yang kembali ke umat, yaitu jika pemilik Warung adalah muslim. Dan mungkin sekitar 10 persen yang kembali ke umat jika pemilik agen adalah muslim.
Namun, berapa banyakkah agen kulakan Anda yang dimiliki oleh muslim ? Kebanyakan dimiliki non muslim kan ? Apalagi di tingkat Distributor dan Produsennya.

Bagaimana halnya jika Anda berbelanja di siklus distribusi KS212 ?

Misalnya Anda berbelanja di minimarket 212 Mart yang Anda memiliki sahamnya, maka prosentase uang belanja yang kembali kepada Anda atau kepada umat akan semakin besar. Kurang lebih 20-30 persen dari uang belanja Anda akan masuk ke minimarket 212 Mart. Selebihnya masuk ke KS212 Pusat (212 Mart Pusat), ke DC dan ke produsen.
Sebagian dari yang 20-30 persen yang diperoleh 212 Mart tersebut akan kembali kepada Anda dan sebagian akan kembali kepada umat.
Sedangkan yang masuk kepada KS212 Pusat (212 Mart Pusat), sebagian akan kembali kepada Anda (jika Anda anggota KS212 Pusat), dan sebagian akan kembali kepada umat.
Secara keseluruhan, uang belanja Anda bisa kembali sekitar 30-40 persen kepada umat ! Maa syaa Allah …

Sudah mulai faham bukan ?
– Jika Anda belanja ke supermarket atau minimarket, 0-5 persen uang Anda kembali kepada umat.
– Jika Anda belanja ke warung tetangga, 5-10 persen uang Anda kembali kepada umat. Itupun harganya sudah tidak bisa bersaing dengan minimarket…
– Jika Anda belanja ke 212 Mart, 30-40 persen uang Anda kembali kepada umat.

Lalu bagaimana nasib warung tetangga kita ?
Apakah akan kita tinggalkan ?
Tidak, tetapi ajaklah warung tetangga kita untuk kulakan barangnya di 212 Mart.
Selain sebagai minimarket, 212 Mart juga difungsikan sebagai tempat kulakan bagi warung di sekitarnya.
Sehingga presentase uang kembali kepada umat yang 30-40 persen tadi tetap didapatkan…

Semakin besar persentase uang kembali kepada umat dari uang yang dibelanjakan, maka kebangkitan ekonomi umat segera terwujud.

Semoga umat segera faham dan sadar menuju kebangkitan ekonomi umat …
Aamiin.

Hayo segera bergabung bersama-sama, ramai-ramai mendirikan 212 Mart milik bersama.
Bersama-sama umat bisa !
Berjamaah meraih izzah…

Jika bukan sekarang, kapan lagi ?
Jika bukan umat Islam sendiri, siapa lagi ?

Harta yang anda gunakan untuk mendirikan 212 Mart, in syaa Allah menjadi investasi dunia dan akhirat. Dan semoga bernilai jihad bi amwalikum.
Aamiin.

212 Mart Cikarang Barat, 2017-07-20
Kuswadi

.

.

212 Mart Cikarang Barat
(Koperasi Amanah Mulia Usaha berSama)
(KAMUS)
Cikarang Barat, Bekasi

Simpan dan Transaksi di 212 Mobile

Simpan dan Transaksi di 212 Mobile

Beli token PLN, ke ATM atau minimarket? Sebagian dari kita mungkin cukup dengan ponsel di genggaman via mobile banking atau buka laptop melalui e-banking. Beli pulsa telepon, masih ke konter pulsa?

Tahukah Anda, di Indonesia itu ada 116 bank, puluhan juta badan usaha (besar, menengah, kecil, dan mikro), tapi hanya sedikit perusahaan/ lembaga pelaksana sistem pembayaran (payment gateway). Menurut Wikipedia, Payment Gateway adalah jasa transaksi yang disediakan oleh penyedia aplikasi perdagangan elektronik dengan cara mengotorisasi transaksi. Intinya, Payment Gateway adalah system pembayaran. Di Indonesia, perusahaan penyedia system pembayaran ada yang dimiliki oleh asing dan lokal.

Empat perusahaan sistem pembayaran lokal adalah: (1) PT Artajasa Pembayaran Elektronis pengelola jaringan ATM Bersama, Group Indosat; (2) Rintis Sejahtera (ATM Prima), Group BCA; (3) PT Sigma Cipta Caraka (ATM Link), anak perusahaan PT Telkom; dan (4) PT Daya Network Lestari (ATM Alto), group Rudy Ramli. Sedangkan dua perusahaan asing penyedia sistem pembayaran adalah Visa dan Master.

Dari berbagai sumber, Asep ZN, Marketing Manager, PT USSI Indonesia memaparkan data, transaksi ritel di luar sistem kliring (RTGS Bank Indonesia) rata-rata mencapai Rp 13 triliun per hari. Jumlah tersebut belum termasuk dengan pembayaran di internet seperti e-commerce. Jumlah uang elektronik yang telah beredar sampai dengan 2015, mencapai lebih dari 43 juta instrumen, dengan volume transaksi sekitar 450 juta dan nilai nominal sebesar Rp4,3 triliun. Transaksi kartu debit sebanyak 4,5 miliar di tahun 2015. Transaksi kartu kredit sebanyak 281 juta di tahun 2015. Untuk transaksi kartu, pangsa pasar 4 perusahaan sistem pembayaran lokal, hanya 1.1%, sisanya dikuasai oleh Visa dan Master (99%).

Dihitung-hitung, “Setiap tahun, seluruh bank di Indonesia membayar Rp 25 Triliun ke Visa dan Master, Kita pakai kartu kita milik bank nasional, belanja di pusat belanja di Indonesia, tapi uangnya lari ke Amerika Serikat dulu,” kata Asep dalam presentasinya di acara silaturahmi dan sosialisasi program Koperasi Syariah 212 kepada para pimpinan Komunitas KS 212 di Sentul City, Sabtu (8/7).

Oleh karena itulah, perusahaan teknologi asal Bandung, PT USSI, bekerjasama dengan Koperasi Syariah 212 akan meluncurkan 212 Mobile dan 212 Link dalam waktu dekat ini. 212 Mobile adalah sebuah sistem layanan aplikasi yang diperuntukan bagi Anggota KS212, untuk melakukan sejumlah transaksi keuangan digital yang dapat diakses langsung oleh anggota tersebut melalui Smartphone Android. Meskipun, sebenarnya tidak terbatas di ponsel Android, anggota dapat menggunakan kartu anggota yang juga kartu pintar (smart card) untuk bertransaksi di merchant-merchant yang terhubung dengan Koperasi Syariah 212. Kartu pintar tersebut menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID), jadi tinggal menge-tap kartu pada scanner RFID yang disediakan oleh para merchant.

Biaya Transaksi Hanya Rp 2000 per Bulan
212 Mobile merupakan fasilitas layanan keuangan digital bagi anggota dan sebagai profit center bagi KS 212. Layaknya mobile banking, 21 Mobile bisa digunakan untuk transaksi keuangan secara menyeluruh (setor, tarik tunai, pembayaran, pembelian, pengiriman uang dan lain-lainnya). Dari transaksi yang dilakukan anggota, ada beberapa biaya, misalnya untuk transfer antaranggota, hanya dikenakan biaya Rp 2000 per bulan, untuk berapa pun transfer yang dilakukan oleh anggota. Bayangkan, di bank nasional, per transfer bisa dikenakan Rp 6500. Jadi, kalau tiga kali transfer dalam sehari, biayanya hampir Rp20 ribu. Namun, di 212 Mobile, hanya dikenakan biaya Rp 2000 per bulan, berapapun ransefr dilakukan dan berapapun nilainya. Biaya lainnya, misalnya untuk pembelian token listrik atau pembayaran tagihan listrik hanya dikenakan biaya admin sebesar Rp 1800 per transaksi. Di bank, via ATM, kena Rp 2500.

Namun, dengan 212 Mobile bukan berarti dapat mentransfer dana ke rekening bank. Melalui aplikasi ini, transfer dilakukan antaranggota Koperasi Syariah 212 dan anggota dengan lembaga keuangan mikro (LKM). “Dengan KS212 bisa cash in cash out di lembaga keuangan mikro (LKM) lain, insyallah KS 212 menjadi payment system. Transfer antaranggota/transaksi bisa dilakukan melalui 212 Mmobile. Asal ada logo 212 Mobile, bisa dilakukan di LKM-LKM yang yang terkoneksi dengan 212 Mobile”, kata Asep menjelaskan.

KS 212 Go Digital
“Hal ini otomatis menjadikan KS212 Go Digital. Menjadi digital yang juga berarti membangun kemandirian ekonomi ummat melalui Islamic Micropayment System. Bukan hanya micropayment. jika misalnya di bank transfer Rp 1000-2000 tidak bisa, kalau di 212 Mobile bisa transfer dengan nlai kecil”, kata Asep menjelaskan lagi. Maksudnya, dengan fitur ini, pelaku usaha mikro dapat memanfaatkan fitur pembayaran 212 Mobile, yang menurut hemat Asep akan mendorong ekonomi mikro.

Sebagai sistem pembayaran keuangan mikro, Asep menambahkan manfaat lainnya. Jika uang kita Rp 50 ribu di bank tidak ada artinya, tidak bisa diambil, malah akan habis jika saldo tidak ditambah, untuk membayar biaya administrasi. Nah, jika uang Rp 50 ribu tersebut dijadikan tabungan di KS 212 Mobile, uang itu dapat digunakan untuk bertransaksi. Dahsyatnya lagi, jika anggota Koperasi Syariah 212 mencapai 1 juta orang dan 1 juta orang tersebut menyetor Rp50 ribu per orang, per bulan, maka akan terkumpul Rp 50 Miliar per bulan.

Sementara, Ketua Koperasi Syariah 212, Dr. Muhammad Syafii Antonio, MEc, pada kesempatan yang sama mengatakan, pengembangan teknologi di Koperasi Syariah 212 adalah juga untuk memenuhi harapan anggota terhadap Koperasi Syariah 212.

“Harapan dari Bapak-bapak dan Ibu komnitas terhadap Pengurus Koperasi Syariah 212 pastilah besar. Oleh karena itu kami melihat bahwa, IT menjadi hal yang penting”, kata Syafii menjelaskan.

Menurutnya, membesarkan koperasi adalah tantangan. Ia menyontohkan, di beberapa negara, yang memiliki Carrefour adalah koperasi. Ada bebarapa koperasi yang ukurannya bahkan mencapai sebesar Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Nah, ini tidak mungkin tercapai tanpa teknologi dan networking. Alahamdulilah dengan ikhwah kita yang sudah lama bergerak di IT untuk keuangan mikro, namanya PT USSI akan bekerjasama menggunakan jejaring Baitul Maal wa Tamwil , yang jumlahnya 3-5000 ribu. Mereka yang bergerak di grass root”, kata Syafii menambahkan.

Sumber:
https://www.koperasisyariah212.co.id/ks-212-mobile-mobile-banking-ala-koperasi-milik-ummat/

.

.

212 Mart Cikarang Barat
(Koperasi Amanah Mulia Usaha berSama)
(KAMUS)
Cikarang Barat, Bekasi

KS212 Adalah Berkah Bagi Indonesia

KS212 Adalah Berkah Bagi Indonesia

Direktur Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Arifin Purwakananta menyatakan, tumbuhnya geliat usaha kecil adalah keberkahan bagi ekonomi Indonesia. Apalagi rasio gini mengatakan ekonomi dikuasi oleh sebagian kecil masyarakat Indonesia, dengan angka 3,39 persen.

Itu artinya, kata Arifin, 1 persen orang kaya menguasai 39 kekayaan Indonesia. Maka yang harus kita lakukan adalah membuat jarak itu menjadi lebih kecil. “Artinya, bukan tidak boleh orang kaya menjadi kaya, silahkan saja! Tapi, orang kecil harus berdaya dan naik kesejahteraannya, sehingga jarak itu menjadi lebih kecil,” ujar Arifin kepada Koperasi Syariah 212 ditemui di Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, belum lama ini.

Menurutnya, salah satu cara untuk membuat ekonomi kalangan bawah meningkat adalah dengan menumbuhkan usaha kecil yang nyata. Jadi, mereka tidak saja hanya menjadi pegawai perusahaan-perusahaan besar, juga menjadi pemilik dari usaha-usaha. Dan, itu bisa dibuktikan dengan tumbuhnya usaha-usaha kecil semacam minimarket dan koperasi.

Ditegaskan Arifin, kuncinya adalah usaha dimiliki oleh masyarakat. Jadi, masyarakat bukan hanya menjadi pegawai dari industri-industri besar, tapi masyarakat harus diberi akses untuk memiliki usaha sendiri, sehingga jarak itu menjadi makin mengecil.

“Mana kala kita membiarkan masyarakat kecil hanya menjadi pegawai. Iya, itulah problem kita. Jadi kemajuan kita tidak boleh diukur dari seberapa tinggi mencapai angka ekonomi, tapi seberapa sukses kita men-share kepada usaha kecil,” ungkap Arifin.

Hal itu Arifin berpendapat telah dibuktikan juga dalam pembentukan Koperasi Syariah 212 (KS 212). “Saya kira, Koperasi Syariah 212 adalah model dari berkumpulnya orang-orang yang berniat membantu Usaha Kecil Menengah (UKM). KS 212 ini patut didukung,” ujar Arifin.

Sebagai bentuk dukungan dalam upaya kebangkitan ekonomi umat yang digelorakan KS 212, kata Arifin, Baznas akan melengkapinya dengan usaha-usaha dari dana masyarakat dan perusahaan berupa zakat maupun CSR untuk kebangkitan ekonomi secara nyata.

Dan, tegasnya, tidak boleh hanya bicara, kita harus segera menggelontorkan dana, harus mulai baik yang dipublish maupun yang tidak dipublish. Sebab, kalau kita memperdayakan satu warung itu dengan serius, maka sama dengan memperdayakan 1000 warung.

”Banyaknya minimarket Muslim yang didirikan koperasi, seperti KS 212 adalah berkah bagi ekonomi Indonesia. Karena pemerintah perlu dibantu untuk mengecilkan angka rasio gini, sehingga jarak antara si kaya dan si miskin semakin kecil,” ujar Arifin.

Sebab, lanjut dia, kalau itu dibiarkan akan menjadi ledakan krusial pada tahun-tahun mendatang, tentu sangat membahayakan negara ini. Artinya, kalau kita membantu masyarakat kecil untuk naik kelas taraf ekonominya, itu sudah membantu negeri ini untuk aman dan damai.

“Banyaknya minimarket Muslim, seperti 212 Mart bisa membangkitkan ekonomi umat. Jadi kalau masyarakat itu didorong memiliki usaha sendiri, bisa maju dan sejahtera hidupnya. Tapi kalau masyarakat kecil, maaf disuruh jadi jonggos, dia akan demo, akan bergerak,” tukas Arifin.

Nah, kata Arifin, sebelum kita memikirkan yang ngeri-ngeri, kita harus perdayakan masyarakat menjadi pemilik usaha-usaha. Karena kalau mereka tetap menjadi pegawai, kesenjangan akan tetap membengkak.

Oleh karena itu, Arifin optimis upaya ini akan didukung masyarakat. ”Jadi seandainya KS 212 milik umat itu menjualkan sesuatu, saya yakin itu didukung oleh publik, sehingga bisa mendapatkan market yang baik,” ujarnya.

Namun demikian, kata Arifin, problemnya adalah kita membutuhkan modal yang cukup besar untuk mengembangkan usaha itu. Dan, dana zakat juga investasi dari umat tidak cukup besar.

“Saya berharap masyarakat, tidak berekspektasi terlalu besar pada hari ini, karena problem kita ada tiga yang tidak bisa kita kuasai, yaitu permodalan, produksi, dan market,” tandas Arifin.

Permodalan, kata dia, tidak di umat, begitu juga produksi tidak nerada di tangan umat, dan market juga bukan di umat. Arifin sekali lagi berpesan, lakukan semua upaya untuk membangkitkan ekonomi umat itu mulai dari yang kita yakini, dan bertahap hingga membesar. “Jangan berharap segera besar, karena usaha petani saja sampai hari ini belum memungkinkan untuk cepat besar seperti kita membalikkan telapak tangan,” pungkasnya.

Sumber:
https://www.koperasisyariah212.co.id/koperasi-syariah-212-adalah-berkah-bagi-ekonomi-indonesia/

.

.

212 Mart Cikarang Barat
(Koperasi Amanah Mulia Usaha berSama)
(KAMUS)
Cikarang Barat, Bekasi

Kebangkitan Ekonomi bersama KS212

Kebangkitan Ekonomi Umat bersama KS212
(212Mart adalah produk dari KS212)

Komunitas Koperasi Syariah 212 Depok mengadakan acara sosialisasi Koperasi Syariah 212 dan silaturahmi Halal bi Halal anggota dan calon anggota baru pada Minggu (9/7).

Bertempat di Masjid al Salam, Jalan Salam RW 06 Kelurahan Beji Perumnas Depok Utara, Jawa Barat. Acara ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan Alquran.

Ketua Komunitas KS 212 Depok Rusdy Johan mengatakan, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan penjelasan dan pemahaman terkait KS 212 berikut program-programnya dalam upaya meningkatkan ekonomi umat Muslim Indonesia.

“KS 212 didorong karena kondisi lemahnya ekonomi umat Islam di Indonesia. Fenomena ini menggugah para ahli khususnya ahli ekonomi syariah untuk bangkit dan bergerak melawan ketimpangan ekonomi umat yang kondisinya sangat memprihatinkan belakangan ini,” ungkap Rusdy.

Lebih lanjut Rusdy menjelaskan, pembentukan KS 212 ini berawal dari Aksi Damai 212 untuk membangkitkan ekonomi umat Muslim Indonesia yang selama ini terpinggirkan. Akhirnya pada tanggal 20 Januari 2017 tercetus ide-ide dari para pakar pegiat ekonomi syariah di Indonesia untuk menyepakati kesepakatan bersama mendirikan KS 212 di Sentul Bogor, Jawa Barat.

“Dari pengukuhan ini, umat akan memperoleh izzah (harga diri dan kemuliaan) di Indonesia. Dengan jumlah umat Islam mayoritas di Indonesia adalah potensi pasar yang sangat besar, ditambah daya beli umat yang sangat luar bisa di bidang ekonomi,” ujar Rusdy.

Pada tanggal 5 Maret 2017 sebanyak 29 komunitas perwakilan dari daerah Jabodetabek, Jawa Tengah, Madiun, Surabaya, Sumatera dan Kalimantan turut ikut serta mengukuhkan diri sebagai anggota KS 212 yang menjadi bagian untuk membangkitkan ekonomi syariah umat Islam di Indonesia.

“Target Koperasi Syariah 212 Pusat dapat masuk menjadi 5 koperasi terbesar di Indonesia, dengan target aset sebesar Rp 212 triliun.Semua anggota komunitas KS 212 harus mendukung wujudkan target itu,” ujar Rusdy.

Diungkapkan Rusdy lagi, wujudkan target tersebut kalau dalam istilah properti “kita beli Indonesia” dan target besarnya kita ingin mengelola, memberdayakan dan mengendalikan semua bisnis di Indonesia. “Ibarat sebuah bisnis, kita akan punya pabrik yang produksi, distribusi dan alokasi, serta miliki pasarnya sendiri,” tukasnya.

Dikatakan Rusdy, di eropa, pengembangan koperasi itu berhasil.Sehingga berpatokan pada keberhasilan itulah maka semangat juang para mujahidin pun dituangkan dalam pendirian KS 212.Tujuannya yakni untuk membangkitkan ekonomi umat Muslim Indonesia.

Terlebih ditambahkan Rusdy, Koperasi Primer Syariah 212 ini didirikan untuk menopang seluruh kebutuhan umat dan memberdayakan semua potensi umat Islam yang ada di Indonesia. Kegiatannya meliputi pengumpulan dan pengelolaan dana, seperti lembaga keuangan yang menampung simpanan pokok dan simpanan wajib. Juga akan mengembangkan bisnis seperti properti, waralaba, mini market, investasi seperti Reksa Dana.

Koperasi Syariah 212 ini juga memiliki gagasan-gagasan cemerlang. Apakah itu di bidang produk pangan atau properti ada upaya kongkrit yang bisa menghasilkan penguatan terhadap koperasi-koperasi yang bergabung dalam Koperasi Syariah 212.

Dalam rangka turut serta membangun kemandirian bangsa untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi umat Islam. Rusdy berpesan agar umat terus berjuang dengan gerakan berjamaah. Karena dengan penguatan gerakan ekonomi berjamaah, Rusdy optimis kebangkitan ekonomi umat Muslim Indonesia akan terwujud.
“Koperasi Syariah 212 ini dari umat, oleh umat, dan untuk umat. Kuncinya kita harus menjaga hati yang amanah,” ujarnya.

Turut memberikan materi tentang ekonomi syariah, DR. Ahmad Firdaus Msi dari STEI Tazkia. Menurutnya, melalui ekonomi syariah, khususnya Koperasi Syariah 212, diharapkan akan menggelinding upaya mewujudkan hijrah dari ketergantungan kepada kemandirian.

“Dari kesenjangan kepada pemerataan, dari orientasi import ke eksport, dari brand asing ke merk nasional, dari riba kepada halalan toyiban, dan akhirnya dari korupsi kepada kejujuran dan amanah,” pungkas Firdaus.

Sumber:
https://www.koperasisyariah212.co.id/koperasi-syariah-212-menopang-kebutuhan-umat/

.

.

212 Mart Cikarang Barat
(Koperasi Amanah Mulia Usaha berSama)
(KAMUS)
Cikarang Barat, Bekasi

Pesan Spirit 212 dari Dr. M. Syafii Antonio

Pesan Spirit 212 dari Dr. M. Syafii Antonio

Sebagai gerakan, keberadaan Koperasi Syariah 212 terus dikomunikasikan ke berbagai pihak. Ketua Umum Koperasi Syariah 212, Dr. Muhammad Syafii Antonio mengisahkan pihaknya telah secara aktif mengomunikasikan keberadaan Koperasi Syariah 212 ke beberapa pejabat dan tokoh nasional, bahkan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

“Dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) alhamdulillah baik penerimaannyaya. Dengan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH Maruf Amin, apalagi. Saya juga sudah melakukan pertemuan beberapa kali dengan Kepala Bappenas, Prof. Dr. Bambang Brodjonegoro. Kebetulan dengan Bapak Presiden, jauh sebelum pertemuan Presiden dengan Ustad Bachtiar Nasir, dalam kapasitas sebagai salah satu anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN), saya menyampaikan (kepada Presiden—red), di Indonesia belum banyak lembaga keuangan mikro yang berbasis syariah yang mendapat perhatian dari pemerintah. Subhanallah ini ada gerakan yang besar, yang bergerak secara kondusif, tidak mengharapkan apa-apa, insyallah untuk menghindar dari riba dan mengharapakan untuk terjadinya konsolidasi di antara ummat. Seharusnya (gerakan—red) ini bukan dianggap ‘yang ada di seberang jalan’. Ini adalah mitra karena kita pro NKRI, kita ini inginnya ada dalam hukum Indonesia, menjalankan sesuai rule of law. Nah alhamduilah komunikasi itu berjalan”, kata Syafii kepada para pimpinan Komunitas Koperasi Syariah 212 pada acara silaturahim dan sosialisasi program baru Koperasi Syariah 212 di Sentul, Sabtu (8/7).

Namun, bukan berarti semua orang mendukung Koperasi Syariah 212. “Jika ada yang di seberang sana, sudah terlanjut tidak menyukai kita, biakan saja, anjing menggonggong kafilah berlalu. Justeru tantangan untuk kita adalah bagaimana kita bisa bersatu”, kata Syafii lagi.

Memang menjadi tantangan besar bagi penggiat gerakan pemberdayaan ummat ini, untuk bagaimana bisa menyatukan aneka kepentingan menjadi kohesif. Dalam praktiknya di Koperasi Syariah 212 juga tidak mudah, Syafii mengakui, baik itu di komunitas, pengurus, pengawas dan penasehat. Alhamdulilah, katanya, dengan itikad bersama, “Pengawas, pengurus, dan penasehat sudah oke dan sudah solid. Memang ada perbedaan pendapat namun hanya di wilayah strategi pelaksanaan”, kata Syafii menegaskan. Sekarang tantangannya adalah bagaimana membangun kohesifitas di antara komunitas.

Sulit dipungkiri, memang ada beda pendapat, sesekali di antara satu dua komunitas, antara lain terkait pendirian 212Mart baru-baru ini. Namun bagusnya sudah bisa diselesaikan dengan bantuan mediasi dari Direktur Eksekutif Koperasi Syariah 212, Ahmad Juwaini.

Oleh karena itu, menurut Syafii, dalam membangun keberjamaahan ummat ini, dalam menciptakan kohesifitas komunitas, ada baiknya ummat memerhatikan prinsip yang pernah dikemukakan oleh salah satu ulama terkemuka yang kurang lebih artinya begini: “Kita bekerjsama dalam apa yang kita sepakat dan kita berlapang dada dalam apa yang kita beda. Insyallah dengan prinsip ini kita bisa terus berjalan kompak bersama”, kata Syafii menegaskan.

Sumber:
https://www.koperasisyariah212.co.id/koperasi-syariah-212-sudah-dikomunikasikan-ke-presiden/

.

.

212 Mart Cikarang Barat
(Koperasi Amanah Mulia Usaha berSama)
(KAMUS)
Cikarang Barat, Bekasi

Spirit 212 Mart Pekayon

Spirit 212 Mart Pekayon

212 Mart Pekayon ini berasal dari gabungan 9 masjid dan mushola yang berada di Pondok Pekayon Indah taman century dua, dan Griya Metro Politan dengan jumlah kurang lebih 180 yang sudah terdaftar sebaagai anggota.

Dewan Pengawas Syariah Koperasi Syariah Amanah Muttaqien Pekayon, Ustad Faisal menuturkan, setelah berupaya dengan segenap upaya, akhirnya 212 Mart Pekayon Bekasi telah didirikan dan diresmikan oleh oleh Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu, pada Kamis, 25 Mei 2017 lalu.

Ustad Faisal sangat bersyukur apa yang dicita-citakan anggota Koperasi Syariah Amanah Muttaqien Pekayon, sejak lama khususnya setelah aksi damai 212 di Monas, Jakarta. Yakni kata dia, di mana satu dari dua rekomendasi adalah berkaitan dengan bagaimana mengangkat kembali eksetensi umat melalui ekonomi berbasis syariah.

“Alhamdulilah kami bisa mewujudkan mimpi kami ini dengan membuka 212 Mart Pekayon. Mudah-mudahan ini satu awal yang baik dan amanah. Subhannallah, mungkin tidak mampu untuk kami wujudkan. Tapi berkah ridho Allah SWT, bisa kami wujudkan. Allahu Akbar,” ungkap Ustad Faisal kepada Koperasi Syariah 212 saat pembukaan 212 Mart Pekayon, 25 Mei 2017.

Ustad Faisal menegaskan, 212 Mart yang sukses didirikan oleh Koperasi Syariah Amanah Muttaqien Pekayon ini memang masih kecil dibandingkan dengan upaya untuk mengembalikan kedaulatan ekonomi umat Muslim di Indonesia. Namun, kata Ustad Faisal, dengan segenap keiklasan berjamaah dalam bidang ekonomi khususnya, Insha Allah ekonomi umat akan bangkit sehingga kesejahteraan umat pun bisa diraih.

“212 Mart Pekayon ini berbasis masjid. Saat ini ada 9 masjid yang berada di Pondok Pekayon Indah, Taman Century Dua, dan Griya Metropolitan.Insha Allah akan ada banyak masjid lagi yang akan bergabung bersama kami,” ujarnya.

Dikatakan Ustad Faisal, bahwa 7 juta umat Islam memutihkan Monas pada Aksi Damai 212. ”Subhannallah, Allahu Akbar, mudah-mudahan semangat itu tidak akan pudar selalu menyinari hati pengurus 212 Mart Pekayon agar amanah,” ujarnya.

Ustad Faisal menegaskan, bahwa umat Islam itu cinta NKRI, tidak sama sekali niatan untuk melakukan sesuatu yang mencederai NKRI. Karena apa yang umat Muslim lakukan dalam bidang ekonomi ini berkaitan dengan mengembalikan kedaulatan ekonomi umat.

”Subhannallah, umat Islam cinta NKRI. Kami tidak punya kampung selain Indonesia, beda dengan mereka-mereka itu yang punya kampung lagi di sana. Mana mungkin, kami meninggalkan negara ini. Apa yang kami lakukan ini untuk mengembalikan kedaulatan ekonomi umat,” tegas Ustad Faisal.

Menurutnya, 7 juta umat Muslim berbusana putih-putih menyelimuti Monas pada Aksi Damai 212 itu adalah atas ridho Allah SWT. Mereka berdoa dan bertakbir atas keiklasan hati karena Allah SWT. Seperti halnya yang diajarkan oleh Rasuluallah, bagaimana ekonomi umat itu dijalankan dengan prinsip-prinsip yang adil adalah tentunya ini akan menjadi wasilah bagi umat Muslim.

”Dengan balutan pakaian putih-putih ini, mudah-mudahan Allah SWT mengabulkan doa kami di satu tempat yang suci yaitu surganya Allah SWT. Amin,” pungkas Ustad Faisal.

Sumber:
https://www.koperasisyariah212.co.id/212-mart-kembalikan-kedaulatan-ekonomi-umat/

.

.

212 Mart Cikarang Barat
(Koperasi Amanah Mulia Usaha berSama)
(KAMUS)
Cikarang Barat, Bekasi

212Mart Bukti Umat Mandiri

212 Mart ketujuh ini didirikan oleh Koperasi Usaha Mulya Bersama, pada Sabtu (10/6) di Ruko Zamrud Blok A05, Jalan Raya Dukuh Zamrud, Pedurean, Mustika Jaya, Bekasi, Jawa Barat.

Kepada Koperasi Syariah 212 (KS 212) Komaludin, Penanggungjawab 212 Mart Mustika Jaya mengatakan, pendirian 212 Mart ini bertujuan untuk membangkitkan semangat umat Muslim dalam mengembangkan ekonomi umat Muslim Indonesia.

”212 Mart Mustika Jaya ini konsepnya berjamaah dari umat, oleh umat, dan untuk umat. Kami saling memberikan semangat agar mandiri secara ekonomi, dan harapannya agar jamaah itu merasa memiliki tokok tersebut, ” ujar Komaludin.

Setidaknya, ada 340 orang bergabung mendirikan 212 Mart Mustika Jaya ini melalui Koperasi Usaha Muslya Bersama. Seluruh anggota koperasi ini sudah bergabung dengan Koperasi Syariah 212 (KS 212) Pusat dengan membentuk sebuah komunitas KS 212 Mustika Jaya.

Investasi Mendirikan 212 Mart Mustika Jaya
Komaludin menjelaskan, awalnya komunitas KS 212 Mustika Jaya ini ingin mendirikan mini mart KITAMart. Tapi setelah KS 212 Pusat kemudian memutuskan bahwa beralih brand menjadi 212 Mart, maka mereka pun menyambut baik.

”Menyambut baiknya, kita masih punya waktu untuk belajar dan melegalkan badan hukum koperasi kita sebagai kendaraan untuk mendirikan 212 Mart, sesuai aturan yang ditentukan KS 212 Pusat,” ujar Komaludin.

Setelah terkumpul dana sebesar Rp 790 juta dari sekitar 340 investor, Koperasi Usaha Mulya Bersama pun siap mendirikan 212 Mart Mustika Jaya. Modal yang terkumpul itu dari investasi para anggota dengan varian jumlah antara Rp 500 ribu- Rp 5 juta. Bahkan ada yang lebih.

Namun, kata Komaludin, anggota yang mengucurkan dana lebih dihimbau untuk menurunkan nominal tersebut. Misalnya, Rp 15 juta-Rp 20 juta. Ini tujuannya agar jamaah lain yang ingin bergabung bisa mendapat kesempatan mendonasikan. Harapannya, jika banyak jamaahnya, maka 212 Mart semakin banyak yang belanja.

Menurut Komaludin, jamaah banyak itu sudah menjadi modal 212 Mart Mustika Jaya. Karena toko ini milik jamaah, dan diharapkan mereka meramaikan transaksi berbelanja di toko ini.

”212 Mart ini aset umat. Umat Muslim yang menjadi anggota koperasi harus belanja di 212 Mart ini. Bersama-sama meramaikan transaksi toko ini dan menjaga amanah membangkitkan ekonomi umat,” tegasnya.

Dengan gerak cepat hanya dengan waktu 21 hari, 212 Mart Mustika Jaya sudah sukses diresmikan. 212 Mart Mustika Jaya ini tipe C Plus. Yang dimaksud tipe C Plus kata Komaludin adalah modal sebesar Rp 375 juta ditambah lagi Rp 36 juta untuk tambahan aneka produk. Sedangkan untuk sewa rukonya selama lima tahun kedepan, namun demikian baru dibayarkan untuk tiga tahun yakni sebesar Rp 325 juta.

”Jadi pertahunnya Rp 65 juta. Rukonya dua lantai. Lantai pertama operasional 212 Mart, dan lantai dua untuk kantor dan kegiatan lainnya,” ujarnya.

Koperasi Usaha Mulya Bersama ini, saat ini hanya fokus untuk mengembangkan 212 Mart saja. Komaludin menargetkan setiap harinya 212 Mart Mustika Jaya meraup omzet kisaran Rp 12 juta hingga Rp 15 juta.

”Tipe C itu standar omzet perhari itu antara Rp 7 juta-Rp 8 juta. Tapi kita targetkan bisa meraup Rp 12 juta perharinya. Nah, khusus pembukaan ini puluhan juta omzetnya terlihat yang belanja banyak sekali sampai ada jamaah yang nggak kebagian barang. Kami kewalahan,” ungkap Komaludin.

Koperasi Usaha Muslya Bersama ini juga sudah berbasis web, sehingga semua anggotanya bisa mengakses simpanan di web secara online. Setiap anggota juga akan mendapatkan kartu keanggotannya yang bisa dipakai saat berbelanja di 212 Mart ini. Semua belanja dan transaksi anggota terekam, jadi sifatnya transparan dan amanah.

Di Mustika Jaya, kata Komaludin, rencananya akan didirikan lagi dua mini mart 212 Mart yaitu di Mutiara Gading Timur dan Bantar Gebang Residence. Oleh karena itu, Koperasi Usaha Mulya Bersama masih membuka peluang untuk anggota lain yang ingin investasi mengembangkan bisnis ritel Islami ini dalam upaya membangkitkan ekonomi umat.

Anggota Koperasi Usaha Mulya Bersama dikenakan simpanan pokok sebesar Rp 8000 perbulan, dan simpanan wajib Rp 12 ribu pertahunnya, serta simpanan suka rela dalam bentuk investasi. Kisaran simpanan ini memang sangat kecil dengan tujuan agar tidak membebani para anggota komunitas KS 212 Mustika Jaya yang juga adalah anggota KS 212 Pusat.

”Koperasi ini salah satu upaya ikhtiar bersama dalam rangka membangun ekonomi umat melalui konsep berjamaah, amanah dan izzah,” pungkas Komaludin.

Sumber:
https://koperasisyariah212.co.id/212-mart-bukti-semangat-umat-mandiri-secara-ekonomi/

.

.

212 Mart Cikarang Barat
(Koperasi Amanah Mulia Usaha berSama)
(KAMUS)
Cikarang Barat, Bekasi