Tag Archives: 212 mart bekasi kabupaten

Koperasi Syariah 212 Terapkan Fintech

Dongkrak Dana, Koperasi Syariah 212 Terapkan Fintech
July 23, 2017 Posted by: Ibrahim Aji Category: Berita

Total simpanan anggota di Koperasi Syariah 212 hingga Juni 2017 adalah Rp. 13.280.205.582,98. Dari nilai tersebut, sebanyak Rp 6 M diinvestasikan ke instrumen keuangan syariah, sekitar Rp4 M ke reksa dana syariah, dan sekitar Rp 1,7 M investasi ke sektor properti.

Nilai Rp 13 M terlihat cukup lumayan meskipun mestinya bisa lebih banyak lagi. Menurut Ketua Umum Koperasi Syariah 212, Dr. Muhammad Syafii Antonio, MEc, perlu inovasi agar simpanan anggota bertambah lebih banyak dan cepat. Saat ini Koperasi Syariah 212 belum memaksimalkan teknologi informasi (TI), dunia internet, dan transaksi harian, padahal hal tersebut akan mendongkrak perolehan dana melalui anggota baru dan lama.

“Karena kita ingin mencakup komunitas yang lebih lebar, maka mau tidak mau harus ada pendekatan TI, memaksimalkan pemakaian dunia internet, dan ada transaksi harian. Mengapa kita rada slow, karena belum memanfatakan TI dan dunia internet secara optimal, juga belum ada transaksi harian antaranggota”, kata Syafii menjelaskan.

No. Jenis Simpanan Nominal
1 Simpanan Pokok 3.419.772.000,00
2 Simpanan Wajib 1.926.000.000,00
3 Simpanan Minimarket 212Mart 3.114.463.366,10
4 Simpanan Properti Syariah 2.092.341.561,10
5 Simpanan LKS 1.608.795.234,10
6 Wakaf Tunai Produktif 1.035.547.870,54
7 Simpanan Wadiah Multiguna 83.285.551,15
Total Simpanan 13.280.205.582,98

No. Tujuan Pemanfaatan Dana
1 Investasi di Instrument Keuangan Syariah senilai Rp 6 Miliar
2 Investasi di Reksadana Syariah Rp 4 Miliar
3 Investasi di Property Syariah senilai Rp 1,7 Miliar
4 Sisanya masih dalam proses analisis kelayakan

Oleh karena itu, di kesempatan Halal bi Halal ini juga diumumkan bahwa core system IT Koperasi Syariah 212 telah pindah dari yang lama ke yang baru. Yang baru ini bekerjasama dengan sebuah perusahaan teknologi asal Bandung, PT USSI. Pemindahan core system ke yang baru ini juga memungkinkan penggunaan KS212Mobile untuk anggota.

KS212Mobile menjadikan Koperasi Syariah 212 menjadi koperasi berbasis digital yang dapat mengimplementasikan financial technology (fintech). Bagi Koperasi Syariah 212, aplikasi bergerak ini diluncurkan dengan tujuan, “Memindahkan kewajiban pembayaran rutinitas (payment) dari sistem lama ke KS212mobile seperti PPOB (listrik, pulsa, BPJS, dan lain-lain)”, kata Syafii.

Selain aplikasi bergerak tersebut, Koperasi Syariah 212 juga meluncurkan Kartu Anggota Koperasi Syariah 212 Smart Card. Kartu yang juga berfungsi sebagai alat transaksi berbasis teknologi RFID. Selain Kartu anggota, Koperasi Syariah 212 juga meluncurkan Reksa Dana Pemberdayaan Ekonomi Umat, bekerjasama dengan Manajer Investasi Asia Raya Kapital.

Sumber:
https://www.koperasisyariah212.co.id/dongkrak-dana-koperasi-syariah-212-terapkan-fintech/

.

.

212 Mart Cikarang Barat
(Koperasi Amanah Mulia Usaha berSama)
(KAMUS)
Cikarang Barat, Bekasi

Begini Cara Mendirikan #212Mart

Begini Cara Mendirikan #212Mart
July 22, 2017 Posted by: Ibrahim Aji Category: Blog

Inilah bedanya minimarket ala Koperasi Syariah 212. Alkisah, seorang ibu paruh baya, mengaku memiliki Alfamart di satu kota di Jawa Tengah. Ketika mendengar tentang #212Mart, ia pun tertarik ingin tahu. Datanglah Sang Ibu tersebut ke Investor Ghatering #212Mart 18 Mei lalu di Sentul.

Tapi dasar belum jodoh, Sang Ibu belum jadi membuka #212Mart. Karena ternyata harus berjamaah, tidak bisa dimiliki pribadi atau segelintir orang. Pergilah berkeliling radius 10 km dari rumah Anda, mungkin akan menemukan beberapa Indomart dan Alfamart. Eh, kok pegawainya sama. Terkadang di toko yang sebeah sana, terkadang di sebelah sini. Wajar, karena bisa jadi, pemilik beberapa minimarket tersebut adalah orang yang sama.

Lalu bagaimana dengan pemlik warung kecil di sekitar? Bagaimana dengan warga yang perlahan dibuat tergantung dengan minimarket-minimarket tersebut, tanpa ada pilihan. Uang terus menerus terbelanjakan pada toko yang bukan miliknya.

Ya, inilah yang kemudian membuat Koperasi Syariah 212 menggagas #212Mart. Polanya bukan franchise pribadi layaknya toko-toko modern mainstream. Justeru, franchise yang harus dimiliki berjamaah. Minimal pemlik saham sebuah #212Mart adalah 100 orang. Jadi, misalnya biaya pembukaan toko adalah Rp400 juta, maka masing-masing orang menanamkan dana sebesar Rp 4 Juta. Itu belum termasuk tanah, bangunan, dan renovasinya. Dan ya, harus telah menjadi anggota Koperasi Syariah 212

Itu baru orangnya, lembaganya juga harus jelas. Lembaga yang menaungi #212Mart haruslah berbadan hukum. Bisa jadi Koperasi atau Perusahaan (PT/ CV). Memiliki tempat untuk pendirian minimarket dan tentu saja tersedia dana investasi sesuai dengan tipe yang akan diajukan.

Lagi, untuk menekankan keberjamaahan, sebagaimana #Spirit212, yang mengajukan pendirian sebuah #212Mart haruslah komunitas, bukan perorangan. Jadi, kalau di daerah Anda belum ada #212Mart dan Anda ingin membukanya, Anda harus mengajak minimal 100 orang di komunitas Anda untuk patungan modal. Belum bergabung di komunitas? Ya bergabung dulu atau buat jika belum ada Komunitas Koperasi Syariah 212 di daerah Anda.

Tentu saja pendirian #212Mart diasistensi oleh tim ahli dan disupervisi oleh manajemen Koperasi Syariah 212, dalam hal ini Manajer Bisnis Ritel Koperasi Syariah 212, Han Anwar.

Nah, penasaran apa saja syaratnya dan alurnya untuk membuka #212Mart? Download di sini, Panduan Pendirian #212Mart dan Presentasi #212Mart dari pengurus dan manajemen Koperasi Syariah 212. File terkompresi (zip) sebesar 2,4 MB akan terunduh segera di browser Anda setelah Anda mengklik tombol “Download”.

Terima kasih telah berminat dengan #212Mart…:D

Sumber:
https://www.koperasisyariah212.co.id/begini-cara-mendirikan-212mart/

.

.

212 Mart Cikarang Barat
(Koperasi Amanah Mulia Usaha berSama)
(KAMUS)
Cikarang Barat, Bekasi

Membangun Ekonomi bersama KS212

Membangun Ekonomi bersama KS212 dan 212 Mart

Sudah bukan rahasia lagi, sebagian besar perekonomian Indonesia dipegang oleh sekelompok kecil masyarakat Indonesia.
Mayoritas ekonomi dikuasai oleh minoritas masyarakat.
Sehingga riskan terhadap ketimpangan sosial.
Sehingga riskan terhadap kecemburuan sosial.
Sehingga Pancasila tidak mampu berdiri tegak di bumi pertiwi.
Terutama pada sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Sila kelima tidak bisa tegak selama yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Itulah dampak dari kapitalis liberal.

Sila kelima mengajak kepada pemerataan ekonomi.
Pemerataan ekonomi bisa diraih melalui ekonomi berjamaah.
Prinsip koperasi adalah prinsip ekonomi berjamaah.
KS212 adalah milik jamaah, Jamaah umat Islam Indonesia.

Kurang yakin KS212 mampu mewujudkan kebangkitan ekonomi umat ?

Berikut adalah jenjang distribusi barang belanjaan Anda:
Supermarket dipasok oleh Distribution Center dipasok oleh Produsen.
Minimarket dipasok oleh Distribution Center dipasok oleh Produsen.
Warung tetangga dipasok oleh Agen dipasok oleh Distributor dipasok oleh Produsen.

Dimana Anda berbelanja ?

Jika Anda berbelanja di Supermarket, bagian manakah sebagian uang yang Anda belanjakan itu kembali kepada Anda, atau kembali kepada umat ?
Supermarket ? DC ? Atau Produsen ? Tidak sepersen pun kembali bukan ?

Jika Anda berbelanja di Minimarket, bagian manakah sebagian uang yang Anda belanjakan itu kembali kepada Anda, atau kembali kepada umat ?
Minimarket ? DC ? Atau Produsen ? Mungkin kurang dari 5 persen yang kembali ke umat, yaitu jika pemilik Minimarket adalah seorang muslim.

Jika Anda berbelanja di Warung Tetangga, bagian manakah sebagian uang yang Anda belanjakan itu kembali kepada Anda, atau kembali kepada umat ?
Warung ? Agen ? Distributor ? Atau Produsen ? Mungkin sekitar 5 persen yang kembali ke umat, yaitu jika pemilik Warung adalah muslim. Dan mungkin sekitar 10 persen yang kembali ke umat jika pemilik agen adalah muslim.
Namun, berapa banyakkah agen kulakan Anda yang dimiliki oleh muslim ? Kebanyakan dimiliki non muslim kan ? Apalagi di tingkat Distributor dan Produsennya.

Bagaimana halnya jika Anda berbelanja di siklus distribusi KS212 ?

Misalnya Anda berbelanja di minimarket 212 Mart yang Anda memiliki sahamnya, maka prosentase uang belanja yang kembali kepada Anda atau kepada umat akan semakin besar. Kurang lebih 20-30 persen dari uang belanja Anda akan masuk ke minimarket 212 Mart. Selebihnya masuk ke KS212 Pusat (212 Mart Pusat), ke DC dan ke produsen.
Sebagian dari yang 20-30 persen yang diperoleh 212 Mart tersebut akan kembali kepada Anda dan sebagian akan kembali kepada umat.
Sedangkan yang masuk kepada KS212 Pusat (212 Mart Pusat), sebagian akan kembali kepada Anda (jika Anda anggota KS212 Pusat), dan sebagian akan kembali kepada umat.
Secara keseluruhan, uang belanja Anda bisa kembali sekitar 30-40 persen kepada umat ! Maa syaa Allah …

Sudah mulai faham bukan ?
– Jika Anda belanja ke supermarket atau minimarket, 0-5 persen uang Anda kembali kepada umat.
– Jika Anda belanja ke warung tetangga, 5-10 persen uang Anda kembali kepada umat. Itupun harganya sudah tidak bisa bersaing dengan minimarket…
– Jika Anda belanja ke 212 Mart, 30-40 persen uang Anda kembali kepada umat.

Lalu bagaimana nasib warung tetangga kita ?
Apakah akan kita tinggalkan ?
Tidak, tetapi ajaklah warung tetangga kita untuk kulakan barangnya di 212 Mart.
Selain sebagai minimarket, 212 Mart juga difungsikan sebagai tempat kulakan bagi warung di sekitarnya.
Sehingga presentase uang kembali kepada umat yang 30-40 persen tadi tetap didapatkan…

Semakin besar persentase uang kembali kepada umat dari uang yang dibelanjakan, maka kebangkitan ekonomi umat segera terwujud.

Semoga umat segera faham dan sadar menuju kebangkitan ekonomi umat …
Aamiin.

Hayo segera bergabung bersama-sama, ramai-ramai mendirikan 212 Mart milik bersama.
Bersama-sama umat bisa !
Berjamaah meraih izzah…

Jika bukan sekarang, kapan lagi ?
Jika bukan umat Islam sendiri, siapa lagi ?

Harta yang anda gunakan untuk mendirikan 212 Mart, in syaa Allah menjadi investasi dunia dan akhirat. Dan semoga bernilai jihad bi amwalikum.
Aamiin.

212 Mart Cikarang Barat, 2017-07-20
Kuswadi

.

.

212 Mart Cikarang Barat
(Koperasi Amanah Mulia Usaha berSama)
(KAMUS)
Cikarang Barat, Bekasi

Simpan dan Transaksi di 212 Mobile

Simpan dan Transaksi di 212 Mobile

Beli token PLN, ke ATM atau minimarket? Sebagian dari kita mungkin cukup dengan ponsel di genggaman via mobile banking atau buka laptop melalui e-banking. Beli pulsa telepon, masih ke konter pulsa?

Tahukah Anda, di Indonesia itu ada 116 bank, puluhan juta badan usaha (besar, menengah, kecil, dan mikro), tapi hanya sedikit perusahaan/ lembaga pelaksana sistem pembayaran (payment gateway). Menurut Wikipedia, Payment Gateway adalah jasa transaksi yang disediakan oleh penyedia aplikasi perdagangan elektronik dengan cara mengotorisasi transaksi. Intinya, Payment Gateway adalah system pembayaran. Di Indonesia, perusahaan penyedia system pembayaran ada yang dimiliki oleh asing dan lokal.

Empat perusahaan sistem pembayaran lokal adalah: (1) PT Artajasa Pembayaran Elektronis pengelola jaringan ATM Bersama, Group Indosat; (2) Rintis Sejahtera (ATM Prima), Group BCA; (3) PT Sigma Cipta Caraka (ATM Link), anak perusahaan PT Telkom; dan (4) PT Daya Network Lestari (ATM Alto), group Rudy Ramli. Sedangkan dua perusahaan asing penyedia sistem pembayaran adalah Visa dan Master.

Dari berbagai sumber, Asep ZN, Marketing Manager, PT USSI Indonesia memaparkan data, transaksi ritel di luar sistem kliring (RTGS Bank Indonesia) rata-rata mencapai Rp 13 triliun per hari. Jumlah tersebut belum termasuk dengan pembayaran di internet seperti e-commerce. Jumlah uang elektronik yang telah beredar sampai dengan 2015, mencapai lebih dari 43 juta instrumen, dengan volume transaksi sekitar 450 juta dan nilai nominal sebesar Rp4,3 triliun. Transaksi kartu debit sebanyak 4,5 miliar di tahun 2015. Transaksi kartu kredit sebanyak 281 juta di tahun 2015. Untuk transaksi kartu, pangsa pasar 4 perusahaan sistem pembayaran lokal, hanya 1.1%, sisanya dikuasai oleh Visa dan Master (99%).

Dihitung-hitung, “Setiap tahun, seluruh bank di Indonesia membayar Rp 25 Triliun ke Visa dan Master, Kita pakai kartu kita milik bank nasional, belanja di pusat belanja di Indonesia, tapi uangnya lari ke Amerika Serikat dulu,” kata Asep dalam presentasinya di acara silaturahmi dan sosialisasi program Koperasi Syariah 212 kepada para pimpinan Komunitas KS 212 di Sentul City, Sabtu (8/7).

Oleh karena itulah, perusahaan teknologi asal Bandung, PT USSI, bekerjasama dengan Koperasi Syariah 212 akan meluncurkan 212 Mobile dan 212 Link dalam waktu dekat ini. 212 Mobile adalah sebuah sistem layanan aplikasi yang diperuntukan bagi Anggota KS212, untuk melakukan sejumlah transaksi keuangan digital yang dapat diakses langsung oleh anggota tersebut melalui Smartphone Android. Meskipun, sebenarnya tidak terbatas di ponsel Android, anggota dapat menggunakan kartu anggota yang juga kartu pintar (smart card) untuk bertransaksi di merchant-merchant yang terhubung dengan Koperasi Syariah 212. Kartu pintar tersebut menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID), jadi tinggal menge-tap kartu pada scanner RFID yang disediakan oleh para merchant.

Biaya Transaksi Hanya Rp 2000 per Bulan
212 Mobile merupakan fasilitas layanan keuangan digital bagi anggota dan sebagai profit center bagi KS 212. Layaknya mobile banking, 21 Mobile bisa digunakan untuk transaksi keuangan secara menyeluruh (setor, tarik tunai, pembayaran, pembelian, pengiriman uang dan lain-lainnya). Dari transaksi yang dilakukan anggota, ada beberapa biaya, misalnya untuk transfer antaranggota, hanya dikenakan biaya Rp 2000 per bulan, untuk berapa pun transfer yang dilakukan oleh anggota. Bayangkan, di bank nasional, per transfer bisa dikenakan Rp 6500. Jadi, kalau tiga kali transfer dalam sehari, biayanya hampir Rp20 ribu. Namun, di 212 Mobile, hanya dikenakan biaya Rp 2000 per bulan, berapapun ransefr dilakukan dan berapapun nilainya. Biaya lainnya, misalnya untuk pembelian token listrik atau pembayaran tagihan listrik hanya dikenakan biaya admin sebesar Rp 1800 per transaksi. Di bank, via ATM, kena Rp 2500.

Namun, dengan 212 Mobile bukan berarti dapat mentransfer dana ke rekening bank. Melalui aplikasi ini, transfer dilakukan antaranggota Koperasi Syariah 212 dan anggota dengan lembaga keuangan mikro (LKM). “Dengan KS212 bisa cash in cash out di lembaga keuangan mikro (LKM) lain, insyallah KS 212 menjadi payment system. Transfer antaranggota/transaksi bisa dilakukan melalui 212 Mmobile. Asal ada logo 212 Mobile, bisa dilakukan di LKM-LKM yang yang terkoneksi dengan 212 Mobile”, kata Asep menjelaskan.

KS 212 Go Digital
“Hal ini otomatis menjadikan KS212 Go Digital. Menjadi digital yang juga berarti membangun kemandirian ekonomi ummat melalui Islamic Micropayment System. Bukan hanya micropayment. jika misalnya di bank transfer Rp 1000-2000 tidak bisa, kalau di 212 Mobile bisa transfer dengan nlai kecil”, kata Asep menjelaskan lagi. Maksudnya, dengan fitur ini, pelaku usaha mikro dapat memanfaatkan fitur pembayaran 212 Mobile, yang menurut hemat Asep akan mendorong ekonomi mikro.

Sebagai sistem pembayaran keuangan mikro, Asep menambahkan manfaat lainnya. Jika uang kita Rp 50 ribu di bank tidak ada artinya, tidak bisa diambil, malah akan habis jika saldo tidak ditambah, untuk membayar biaya administrasi. Nah, jika uang Rp 50 ribu tersebut dijadikan tabungan di KS 212 Mobile, uang itu dapat digunakan untuk bertransaksi. Dahsyatnya lagi, jika anggota Koperasi Syariah 212 mencapai 1 juta orang dan 1 juta orang tersebut menyetor Rp50 ribu per orang, per bulan, maka akan terkumpul Rp 50 Miliar per bulan.

Sementara, Ketua Koperasi Syariah 212, Dr. Muhammad Syafii Antonio, MEc, pada kesempatan yang sama mengatakan, pengembangan teknologi di Koperasi Syariah 212 adalah juga untuk memenuhi harapan anggota terhadap Koperasi Syariah 212.

“Harapan dari Bapak-bapak dan Ibu komnitas terhadap Pengurus Koperasi Syariah 212 pastilah besar. Oleh karena itu kami melihat bahwa, IT menjadi hal yang penting”, kata Syafii menjelaskan.

Menurutnya, membesarkan koperasi adalah tantangan. Ia menyontohkan, di beberapa negara, yang memiliki Carrefour adalah koperasi. Ada bebarapa koperasi yang ukurannya bahkan mencapai sebesar Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Nah, ini tidak mungkin tercapai tanpa teknologi dan networking. Alahamdulilah dengan ikhwah kita yang sudah lama bergerak di IT untuk keuangan mikro, namanya PT USSI akan bekerjasama menggunakan jejaring Baitul Maal wa Tamwil , yang jumlahnya 3-5000 ribu. Mereka yang bergerak di grass root”, kata Syafii menambahkan.

Sumber:
https://www.koperasisyariah212.co.id/ks-212-mobile-mobile-banking-ala-koperasi-milik-ummat/

.

.

212 Mart Cikarang Barat
(Koperasi Amanah Mulia Usaha berSama)
(KAMUS)
Cikarang Barat, Bekasi

KS212 Adalah Berkah Bagi Indonesia

KS212 Adalah Berkah Bagi Indonesia

Direktur Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Arifin Purwakananta menyatakan, tumbuhnya geliat usaha kecil adalah keberkahan bagi ekonomi Indonesia. Apalagi rasio gini mengatakan ekonomi dikuasi oleh sebagian kecil masyarakat Indonesia, dengan angka 3,39 persen.

Itu artinya, kata Arifin, 1 persen orang kaya menguasai 39 kekayaan Indonesia. Maka yang harus kita lakukan adalah membuat jarak itu menjadi lebih kecil. “Artinya, bukan tidak boleh orang kaya menjadi kaya, silahkan saja! Tapi, orang kecil harus berdaya dan naik kesejahteraannya, sehingga jarak itu menjadi lebih kecil,” ujar Arifin kepada Koperasi Syariah 212 ditemui di Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, belum lama ini.

Menurutnya, salah satu cara untuk membuat ekonomi kalangan bawah meningkat adalah dengan menumbuhkan usaha kecil yang nyata. Jadi, mereka tidak saja hanya menjadi pegawai perusahaan-perusahaan besar, juga menjadi pemilik dari usaha-usaha. Dan, itu bisa dibuktikan dengan tumbuhnya usaha-usaha kecil semacam minimarket dan koperasi.

Ditegaskan Arifin, kuncinya adalah usaha dimiliki oleh masyarakat. Jadi, masyarakat bukan hanya menjadi pegawai dari industri-industri besar, tapi masyarakat harus diberi akses untuk memiliki usaha sendiri, sehingga jarak itu menjadi makin mengecil.

“Mana kala kita membiarkan masyarakat kecil hanya menjadi pegawai. Iya, itulah problem kita. Jadi kemajuan kita tidak boleh diukur dari seberapa tinggi mencapai angka ekonomi, tapi seberapa sukses kita men-share kepada usaha kecil,” ungkap Arifin.

Hal itu Arifin berpendapat telah dibuktikan juga dalam pembentukan Koperasi Syariah 212 (KS 212). “Saya kira, Koperasi Syariah 212 adalah model dari berkumpulnya orang-orang yang berniat membantu Usaha Kecil Menengah (UKM). KS 212 ini patut didukung,” ujar Arifin.

Sebagai bentuk dukungan dalam upaya kebangkitan ekonomi umat yang digelorakan KS 212, kata Arifin, Baznas akan melengkapinya dengan usaha-usaha dari dana masyarakat dan perusahaan berupa zakat maupun CSR untuk kebangkitan ekonomi secara nyata.

Dan, tegasnya, tidak boleh hanya bicara, kita harus segera menggelontorkan dana, harus mulai baik yang dipublish maupun yang tidak dipublish. Sebab, kalau kita memperdayakan satu warung itu dengan serius, maka sama dengan memperdayakan 1000 warung.

”Banyaknya minimarket Muslim yang didirikan koperasi, seperti KS 212 adalah berkah bagi ekonomi Indonesia. Karena pemerintah perlu dibantu untuk mengecilkan angka rasio gini, sehingga jarak antara si kaya dan si miskin semakin kecil,” ujar Arifin.

Sebab, lanjut dia, kalau itu dibiarkan akan menjadi ledakan krusial pada tahun-tahun mendatang, tentu sangat membahayakan negara ini. Artinya, kalau kita membantu masyarakat kecil untuk naik kelas taraf ekonominya, itu sudah membantu negeri ini untuk aman dan damai.

“Banyaknya minimarket Muslim, seperti 212 Mart bisa membangkitkan ekonomi umat. Jadi kalau masyarakat itu didorong memiliki usaha sendiri, bisa maju dan sejahtera hidupnya. Tapi kalau masyarakat kecil, maaf disuruh jadi jonggos, dia akan demo, akan bergerak,” tukas Arifin.

Nah, kata Arifin, sebelum kita memikirkan yang ngeri-ngeri, kita harus perdayakan masyarakat menjadi pemilik usaha-usaha. Karena kalau mereka tetap menjadi pegawai, kesenjangan akan tetap membengkak.

Oleh karena itu, Arifin optimis upaya ini akan didukung masyarakat. ”Jadi seandainya KS 212 milik umat itu menjualkan sesuatu, saya yakin itu didukung oleh publik, sehingga bisa mendapatkan market yang baik,” ujarnya.

Namun demikian, kata Arifin, problemnya adalah kita membutuhkan modal yang cukup besar untuk mengembangkan usaha itu. Dan, dana zakat juga investasi dari umat tidak cukup besar.

“Saya berharap masyarakat, tidak berekspektasi terlalu besar pada hari ini, karena problem kita ada tiga yang tidak bisa kita kuasai, yaitu permodalan, produksi, dan market,” tandas Arifin.

Permodalan, kata dia, tidak di umat, begitu juga produksi tidak nerada di tangan umat, dan market juga bukan di umat. Arifin sekali lagi berpesan, lakukan semua upaya untuk membangkitkan ekonomi umat itu mulai dari yang kita yakini, dan bertahap hingga membesar. “Jangan berharap segera besar, karena usaha petani saja sampai hari ini belum memungkinkan untuk cepat besar seperti kita membalikkan telapak tangan,” pungkasnya.

Sumber:
https://www.koperasisyariah212.co.id/koperasi-syariah-212-adalah-berkah-bagi-ekonomi-indonesia/

.

.

212 Mart Cikarang Barat
(Koperasi Amanah Mulia Usaha berSama)
(KAMUS)
Cikarang Barat, Bekasi

Kebangkitan Ekonomi bersama KS212

Kebangkitan Ekonomi Umat bersama KS212
(212Mart adalah produk dari KS212)

Komunitas Koperasi Syariah 212 Depok mengadakan acara sosialisasi Koperasi Syariah 212 dan silaturahmi Halal bi Halal anggota dan calon anggota baru pada Minggu (9/7).

Bertempat di Masjid al Salam, Jalan Salam RW 06 Kelurahan Beji Perumnas Depok Utara, Jawa Barat. Acara ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan Alquran.

Ketua Komunitas KS 212 Depok Rusdy Johan mengatakan, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan penjelasan dan pemahaman terkait KS 212 berikut program-programnya dalam upaya meningkatkan ekonomi umat Muslim Indonesia.

“KS 212 didorong karena kondisi lemahnya ekonomi umat Islam di Indonesia. Fenomena ini menggugah para ahli khususnya ahli ekonomi syariah untuk bangkit dan bergerak melawan ketimpangan ekonomi umat yang kondisinya sangat memprihatinkan belakangan ini,” ungkap Rusdy.

Lebih lanjut Rusdy menjelaskan, pembentukan KS 212 ini berawal dari Aksi Damai 212 untuk membangkitkan ekonomi umat Muslim Indonesia yang selama ini terpinggirkan. Akhirnya pada tanggal 20 Januari 2017 tercetus ide-ide dari para pakar pegiat ekonomi syariah di Indonesia untuk menyepakati kesepakatan bersama mendirikan KS 212 di Sentul Bogor, Jawa Barat.

“Dari pengukuhan ini, umat akan memperoleh izzah (harga diri dan kemuliaan) di Indonesia. Dengan jumlah umat Islam mayoritas di Indonesia adalah potensi pasar yang sangat besar, ditambah daya beli umat yang sangat luar bisa di bidang ekonomi,” ujar Rusdy.

Pada tanggal 5 Maret 2017 sebanyak 29 komunitas perwakilan dari daerah Jabodetabek, Jawa Tengah, Madiun, Surabaya, Sumatera dan Kalimantan turut ikut serta mengukuhkan diri sebagai anggota KS 212 yang menjadi bagian untuk membangkitkan ekonomi syariah umat Islam di Indonesia.

“Target Koperasi Syariah 212 Pusat dapat masuk menjadi 5 koperasi terbesar di Indonesia, dengan target aset sebesar Rp 212 triliun.Semua anggota komunitas KS 212 harus mendukung wujudkan target itu,” ujar Rusdy.

Diungkapkan Rusdy lagi, wujudkan target tersebut kalau dalam istilah properti “kita beli Indonesia” dan target besarnya kita ingin mengelola, memberdayakan dan mengendalikan semua bisnis di Indonesia. “Ibarat sebuah bisnis, kita akan punya pabrik yang produksi, distribusi dan alokasi, serta miliki pasarnya sendiri,” tukasnya.

Dikatakan Rusdy, di eropa, pengembangan koperasi itu berhasil.Sehingga berpatokan pada keberhasilan itulah maka semangat juang para mujahidin pun dituangkan dalam pendirian KS 212.Tujuannya yakni untuk membangkitkan ekonomi umat Muslim Indonesia.

Terlebih ditambahkan Rusdy, Koperasi Primer Syariah 212 ini didirikan untuk menopang seluruh kebutuhan umat dan memberdayakan semua potensi umat Islam yang ada di Indonesia. Kegiatannya meliputi pengumpulan dan pengelolaan dana, seperti lembaga keuangan yang menampung simpanan pokok dan simpanan wajib. Juga akan mengembangkan bisnis seperti properti, waralaba, mini market, investasi seperti Reksa Dana.

Koperasi Syariah 212 ini juga memiliki gagasan-gagasan cemerlang. Apakah itu di bidang produk pangan atau properti ada upaya kongkrit yang bisa menghasilkan penguatan terhadap koperasi-koperasi yang bergabung dalam Koperasi Syariah 212.

Dalam rangka turut serta membangun kemandirian bangsa untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi umat Islam. Rusdy berpesan agar umat terus berjuang dengan gerakan berjamaah. Karena dengan penguatan gerakan ekonomi berjamaah, Rusdy optimis kebangkitan ekonomi umat Muslim Indonesia akan terwujud.
“Koperasi Syariah 212 ini dari umat, oleh umat, dan untuk umat. Kuncinya kita harus menjaga hati yang amanah,” ujarnya.

Turut memberikan materi tentang ekonomi syariah, DR. Ahmad Firdaus Msi dari STEI Tazkia. Menurutnya, melalui ekonomi syariah, khususnya Koperasi Syariah 212, diharapkan akan menggelinding upaya mewujudkan hijrah dari ketergantungan kepada kemandirian.

“Dari kesenjangan kepada pemerataan, dari orientasi import ke eksport, dari brand asing ke merk nasional, dari riba kepada halalan toyiban, dan akhirnya dari korupsi kepada kejujuran dan amanah,” pungkas Firdaus.

Sumber:
https://www.koperasisyariah212.co.id/koperasi-syariah-212-menopang-kebutuhan-umat/

.

.

212 Mart Cikarang Barat
(Koperasi Amanah Mulia Usaha berSama)
(KAMUS)
Cikarang Barat, Bekasi

Pesan Spirit 212 dari Dr. M. Syafii Antonio

Pesan Spirit 212 dari Dr. M. Syafii Antonio

Sebagai gerakan, keberadaan Koperasi Syariah 212 terus dikomunikasikan ke berbagai pihak. Ketua Umum Koperasi Syariah 212, Dr. Muhammad Syafii Antonio mengisahkan pihaknya telah secara aktif mengomunikasikan keberadaan Koperasi Syariah 212 ke beberapa pejabat dan tokoh nasional, bahkan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

“Dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) alhamdulillah baik penerimaannyaya. Dengan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH Maruf Amin, apalagi. Saya juga sudah melakukan pertemuan beberapa kali dengan Kepala Bappenas, Prof. Dr. Bambang Brodjonegoro. Kebetulan dengan Bapak Presiden, jauh sebelum pertemuan Presiden dengan Ustad Bachtiar Nasir, dalam kapasitas sebagai salah satu anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN), saya menyampaikan (kepada Presiden—red), di Indonesia belum banyak lembaga keuangan mikro yang berbasis syariah yang mendapat perhatian dari pemerintah. Subhanallah ini ada gerakan yang besar, yang bergerak secara kondusif, tidak mengharapkan apa-apa, insyallah untuk menghindar dari riba dan mengharapakan untuk terjadinya konsolidasi di antara ummat. Seharusnya (gerakan—red) ini bukan dianggap ‘yang ada di seberang jalan’. Ini adalah mitra karena kita pro NKRI, kita ini inginnya ada dalam hukum Indonesia, menjalankan sesuai rule of law. Nah alhamduilah komunikasi itu berjalan”, kata Syafii kepada para pimpinan Komunitas Koperasi Syariah 212 pada acara silaturahim dan sosialisasi program baru Koperasi Syariah 212 di Sentul, Sabtu (8/7).

Namun, bukan berarti semua orang mendukung Koperasi Syariah 212. “Jika ada yang di seberang sana, sudah terlanjut tidak menyukai kita, biakan saja, anjing menggonggong kafilah berlalu. Justeru tantangan untuk kita adalah bagaimana kita bisa bersatu”, kata Syafii lagi.

Memang menjadi tantangan besar bagi penggiat gerakan pemberdayaan ummat ini, untuk bagaimana bisa menyatukan aneka kepentingan menjadi kohesif. Dalam praktiknya di Koperasi Syariah 212 juga tidak mudah, Syafii mengakui, baik itu di komunitas, pengurus, pengawas dan penasehat. Alhamdulilah, katanya, dengan itikad bersama, “Pengawas, pengurus, dan penasehat sudah oke dan sudah solid. Memang ada perbedaan pendapat namun hanya di wilayah strategi pelaksanaan”, kata Syafii menegaskan. Sekarang tantangannya adalah bagaimana membangun kohesifitas di antara komunitas.

Sulit dipungkiri, memang ada beda pendapat, sesekali di antara satu dua komunitas, antara lain terkait pendirian 212Mart baru-baru ini. Namun bagusnya sudah bisa diselesaikan dengan bantuan mediasi dari Direktur Eksekutif Koperasi Syariah 212, Ahmad Juwaini.

Oleh karena itu, menurut Syafii, dalam membangun keberjamaahan ummat ini, dalam menciptakan kohesifitas komunitas, ada baiknya ummat memerhatikan prinsip yang pernah dikemukakan oleh salah satu ulama terkemuka yang kurang lebih artinya begini: “Kita bekerjsama dalam apa yang kita sepakat dan kita berlapang dada dalam apa yang kita beda. Insyallah dengan prinsip ini kita bisa terus berjalan kompak bersama”, kata Syafii menegaskan.

Sumber:
https://www.koperasisyariah212.co.id/koperasi-syariah-212-sudah-dikomunikasikan-ke-presiden/

.

.

212 Mart Cikarang Barat
(Koperasi Amanah Mulia Usaha berSama)
(KAMUS)
Cikarang Barat, Bekasi

Spirit 212

Spirit 212
212Mart Jihad Ekonomi
.
” *Dampak Pergerakan 212 Terhadap Perkembangan Ekonomi Umat Muslim* ”

By : Eka Rusmiyanti

Sejak munculnya gerakan umat muslim pada aksi 411, 212, dst tidak dipungkiri bahwa sejak saat itu umat muslim seolah2 ‘tersentak’ dan ‘bangun dari tidur panjangnya’.

Umat muslim semestinya bersyukur dan berterima kasih dgn adanya masalah tentang Surat Al Maidah yg terjadi beberapa waktu yg lalu menimbulkan reaksi yang luar biasa. Sungguh diluar dugaan kita sebelumnya.

Hal ini betul2 menjadi momentum dan berdampak sangat positif serta diperoleh hikmah yg luar biasa. Mungkin sulit untuk terulang lagi momentum yg persis sama seperti kejadian saat ini. Bukan kita sengaja, tapi merupakan Takdir dari Allah untuk umat muslim di Indonesia. Bersyukurlah, Indonesia menjadi tempat untuk mengukir sejarah ini.

Dampak yang sangat terasa sekali adalah umat muslim jadi peka terhadap konsep beragama yang baik dan benar, hal ini dibuktikan dengan banyaknya muncul postingan2 di medsos yang berkenaan dengan agama, ramainya situs yang berbasis Islami dikunjungi oleh pengguna medsos, seolah2 mereka haus akan informasi yg berbau Islami dan terus ingin belajar dan belajar.

Secara sadar ataupun tidak mempengaruhi cara pandang beragama, dan menambah wawasan dalam beragama yg selama ini agak jarang dimunculkan dan mungkin kurang peduli.
Dengan kata lain umat muslim “mendadak sadar beragama” , dan menurut saya hal ini sangat positif sekali.

Hal lain yg bisa dilihat adalah adanya banyak perubahan dalam menekuni, mendalami, dan menerapkan dalam kehidupan sehari2.
Terasa sekali bahwa kesadaran itu muncul dan semakin hari semakin kuat dan menular kepada umat muslim yg lain. Dan ini sungguh luar biasa.

Dan yg paling bagus lagi adalah umat jadi bersatu dan bangkit bersama dalam upaya meningkatkan perekonomian. Siapa menyangka, bahwa geliat ekonomi yg berbasis jamaah bisa sehebat ini perkembangannya.
Tidak pernah diduga bahwa umat Islam ternyata sungguh kaya dan bisa bergerak dengan begitu cepat untuk membuat bisnis2 baru yg jika sebelumnya mungkin terbayangkan saja tidak oleh mereka.
Tapi ajaibnya, ternyata BISA…!!! SUBHANALLAH..!!!

Itu bukti bahwa jangan remehkan kekuatan muslim, jangan anggap enteng jamaah mesjid, dan jangan pandang sebelah mata umat yg mempunyai pemahaman yg baik tentang agamanya.

Kita bisa liat, belum genap 1 tahun bahkan bisa dibilang baru sekitar 6 bulan dan efektif 3-4 bulan saja sudah banyak sekali muncul pergerakan2 perekonomian umat.
Muncul puluhan bahkan ratusan minimarket yg berbasis jamaah mesjid dan komunitas dengan berbagai lembaga dakwah, koperasi, perusahaan, dsb yg dengan beragam nama telah terpampang nyata dimata kita saat ini.

Untuk mendirikan sebuah minimarket dengan Type C yg modal awal sekitar 350-500 juta dibentuk dan diresmikan dalam waktu singkat saja, bahkan ada yg hanya butuh waktu seminggu saja.
Luar Biasa..!!!
Dan hebatnya lagi, mereka “rebutan” mau investasi dimana2..
Subhanallah..!!!

Baru sadar ternyata umat muslim itu sangatlah kaya.

Bayangkan..
Apakah ini terpikirkan oleh kita sebelumnya..???
Tentu tidak sama sekali. Karena kita tidak menyangka kondisinya akan seperti ini.

Kita ambil sisi positif dengan munculnya berbagai minimarket Islami yg berkembang saat ini, kita sebut saja seperti yg sedang booming adalah 212 mart, Kitamart, Sadaqo Mart, dan masih banyak yg lainnya.

Selain itu juga sudah mulai muncul banyaknya produk2 UKM yang menggunakan nama2 Islami dan mereka sangat bangga dalam memberikan label tersebut, dan banyak lagi bisnis2 yg bersifat Islami.
Seolah2 saat ini umat ingin mengatakan bahwa

“Aku Bangga Menjadi Muslim” ,
“Aku Bangga menjual produk2 Islami” ,
“Aku Bangga berniaga dengan cara yang Islami” ,
“Aku Bangga berbelanja di tempat saudara muslimku” , dan
“Aku ingin perekonomian umat muslim maju”

Itu lho sebenarnya yg ingin mereka katakan..

“Bangga _gak sih_???”
“Ya pasti bangga _dong_…”

Jangan kita memandang bahwa dengan banyaknya muncul Minimarket2 Islami dan produk2 Islami ini adalah sebuah persaingan antar sesama muslim, tapi justru tanggapi hal ini sebagai sebuah reaksi dan aksi yg sangat positif, dan bermanfaat.

Kita boleh membuat dengan berbagai nama yg Islami dengan wadah organisasi yg bermacam2, tapi hal yg terpenting adalah bahwa Kita harus pertahankan prinsip Persatuan dan Kesatuan Umat khususnya Umat Muslim, kita bersaing secara damai dan sehat, saling bersinergi karena kita adalah bersaudara.

Jangan anggap ini sebagai sebuah persaingan, tetapi anggaplah ini sebagai mitra yg saling suport dan kita berjalan berdampingan secara damai.
Hal ini tentu akan membuat umat muslim menjadi lebih kuat dan elegan karena ternyata walaupun kita berbeda2 dan beragam namun kita tetap bersatu dan damai.

Satu hal yg perlu diingat dan disadari adalah bahwa kita harus menyadari tentang bagaimana niat awal kita bersatu dan melakukan pergerakan ini. Jangan sampai hal ini membuat kita terlena sehingga melupakan bahwa sesungguhnya adalah tujuan kita demi melakukan “jihad ekonomi” dan agar kita bisa mandiri dalam mencukupi kebutuhan sehari2 dengan tidak bergantung pada pihak lain. Hal ini perlu selalu ditanamkan dalam diri kita karena apabila niat awal sampai terlupakan maka jangan mimpi umat akan mandiri secara ekonomi.

Ingat, bahwa pergerakan yg kita lakukan ini barulah seujung kuku dan ibarat buih dilautan. Pencapaian yg kita lihat sampai hari ini belumlah apa-apa.

Kita baru saja memulai, dan perjuangan kita masih amat panjang. Target kita masih jauh dan masih banyak rintangan dan hambatan yg akan kita hadapi dikemudian hari.

Kita boleh senang, tapi jangan merasa puas dulu apalagi berbangga hati dengan pencapaian yg kita raih saat ini. Perlu terus saling mengingatkan dan bahu membahu untuk menjalin kerjasama.

Para pejuang2 ekonomi yg bergerak dengan niat yg tulus dan tiada lagi berhitung dengan apa yg telah mereka keluarkan merupakan pioner yg perlu diapresiasi. Mereka2 inilah sebetulnya yg bisa kita sebut sebagai pahlawan ekonomi. Mereka bekerja siang dan malam tanpa pamrih dan tidak digaji. Hal ini membuat kita bingung..
Apa yg engkau cari wahai saudaraku..???

Mungkin jawaban mereka akan membuat kita meneteskan air mata dan merinding..

Mereka tidak butuh pujian, mereka tidak mengharap imbalan, tapi apa yg mereka lakukan adalah demi memperjuangkan perekonomian umat, mereka tidak rela umat muslim tertinggal dari sisi ekonomi, dan yang utama baginya hanyalah mencari ridho dari Sang Maha Penguasa Alam Semesta yaitu Allah Swt. Mereka pantas mendapatkan pahala terbaik..Subhanallah..!!!
“Kami tidak rela dan tidak mau lagi bergantung kepada pihak asing, KITA HARUS BANGKIT…!!!!” ucapan ini yg biasanya keluar dr mulut mereka.
Ya Allah, sungguh ini tidak akan terjadi apabila bukan karena Engkau yg menggerakkan hati mereka..

Sungguh ini adalah dampak yg sangat nyata dari aksi yg diprakarsai oleh para ulama. Dan sudah sepatutnya kita berterima kasih kepada ulama yg mempelopori aksi2 yg ada saat ini.
Kita kembali bersatu, bangkit, dan maju.
Insya Allah…!!!

Semoga tulisan ringan dan sederhana saya ini dapat bermanfaat bagi semua mujahid dan mujahidah yg sampai detik ini masih berjuang.
Semoga menambah semangat lagi..lagi..dan lagi..

Semoga Allah membalas setiap tetes keringat dan setiap langkah yg pernah dijajaki, mengajak umat bersatu dan membakar semangat mereka.

Sungguh Allah Swt tidak akan menutup mata atas semua yg telah kalian lakukan. Insya Allah akan mendapatkan kebaikan dunia akherat..Percayalah..!!!

Selamat berjuang wahai sahabat..
Mari kita tetap bersatu dan rapatkan barisan..

Allahu Akbar…!!!!

Penulis adakah Ketua Koordinasi Pelaksana Harian Komunitas Koperasi Syariah 212 Pusat

#dikampunghalaman
#Ahad, 02 Juli 2017
#21.00wib
#tulisan ini saya dedikasikan kepada para mujahid/mujahidah yg berjuang khususnya dalam jihad ekonomi umat
#bangkit
#konsisten
#majubersamaumat

Sumber:
https://koperasisyariah212.co.id/dampak-pergerakan-212-terhadap-perkembangan-ekonomi-umat-muslim/

.

.

212 Mart Cikarang Barat
(Koperasi Amanah Mulia Usaha berSama)
(KAMUS)
Cikarang Barat, Bekasi